News

Di Waikabubak, Gara-gara Doi, Sopir Angkot Hadang Bus AKDP, Nyaris Adu Jotos , Beruntung Ada Polisi

Peristiwa itu terjadi di jalan raya depan kantor KPU Sumba Barat ketika sopir bus AKDP hendak menurunkan penumpang di dalam Kota Waikabubak.

Di Waikabubak, Gara-gara Doi, Sopir Angkot Hadang Bus AKDP, Nyaris Adu Jotos , Beruntung Ada Polisi
POS-KUPANG.COM/Petrus Piter
Sejumlah sopir angkutan kota memarkir kendaraan dipinggir jalan depan kantor KPU Sumba Barat dan melakukan aksi menghentikan angkutan AKDP agar tidak menurunkan penumpang dalam kota Waikabubak, Selasa (21/1/2020) 

 Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Petrus Piter

POS KUPANG, COM, WAIKABUBAK - Nyaris terjadi bentrok fisik ketika puluhan sopir angkutan kota (angkot) Waikabubak, Sumba Barat, menghadang bus angkutan kota dalam provinsi (AKDP) Tambolaka, Sumba Barat Daya, masuk ke Kota Waikabubak, Selasa (21/1) pagi.

Peristiwa itu terjadi di jalan raya depan kantor KPU Sumba Barat ketika sopir bus AKDP hendak menurunkan penumpang di dalam Kota Waikabubak.

Para sopir angkot di Waikabubak meminta para sopir bus AKDP menurunkan penumpang di Terminal Weekarou bukan di dalam Kota Waikabubak sesuai rute yang telah ditetapkan Dinas Perhubungan Sumba Barat. Ulah sopir bus AKDP ini menyebabkan pendapatan sopir angkutan kota menurun.

Dedy dan Jack, dua sopir angkutan kota yang ditemui Pos Kupang, Selasa (21/1), mengakui terpaksa melakukan aksi penghadangan karena para sopir bus AKDP tidak lagi menurunkan penumpang di Terminal Weekarou tetapi langsung ke Kota Waikabubak. Akibatnya pendapatan sopir angkutan kota menurun.

Keduanya berharap dengan aksi tersebut membuka mata Dinas Perhubungan Sumba Barat untuk segera menertibkan para sopir angkuta kota, angkutan pendesaan dan angkutan penumpang antar kabupaten agar beroperasi sesuai rute yang ditetapkan.

"Bila hal itu tidak ditanggapi, kami akan melakukan aksi serupa demi menjaga pendapatan sebagai sopir angkutan kota," ujar Dedy diamini Jack.

Disaksikan Pos Kupang, Selasa (21/1), aksi puluhan sopir angkutan kota menghentikan sejumlah bus AKDP dan angkutan pendesaan yang melintas jalur menuju dalam Kota Waikabubak, dilakukan di jalur jalan depan Kantor KPU Sumba Barat.

Akibatnya terjadi perang mulut antar sopir dan nyaris bentrok fisik. Namun hal tersebut cepat teratasi berkat kesigapan anggota Polres Sumba Barat. Polisi meminta para sopir kembali beroperasi sesuai rute masing-masing. *

Penulis: Petrus Piter
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved