News

Pdt Nanda Pesan Dokter-Perawat RSU WaiKabubak Jangan Sibuk Main HP atau Makan Sirih Pinang, Camkan!

Pasien datang ke rumah sakit tidak semata-mata berobat tetapi ingin mendapatkan edukasi kesehatan sehingga secara dini mencegahnya

Pdt Nanda Pesan Dokter-Perawat RSU WaiKabubak Jangan Sibuk Main HP atau Makan Sirih Pinang, Camkan!
ISTIMEWA
Ilustrasi mengakses telepon seluler.(SHUTTERSTOCK/AL ARABIYA) 

 Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Petrus Piter

POS KUPANG, COM, WAIKABUBAK - Pendeta Nanda M Weru, S.Th mengingatkan para perawat dan dokter yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waikabubak-Sumba Barat agar mensosialisasikan berbagai hal positif tentang kesehatan di saat para pasien mengantre menunggu berobat.

"Perawat dan dokter jangan sibuk main handphone (HP), makan sirih pinang, bercerita bahkan belanja sayur di sekitar kompleks RSUD Waikabubak. Kasihan pasiennya, pasti jenuh dan bosan. Coba memulai hal baru pada tahun 2020 ini dengan mensosialisasikan berbagai hal positif tentang kesehatan, pasti pasien senang menerimanya," pesan Pdt Nanda dalam kotbahnya ketika memimpin ibadah natal bersama dipadukan dengan peresmian gedung rawat inap bedah dan penyakit dalam RSUD Waikabubak di halaman rumah sakit setempat, Sabtu (18/1) malam.

Berdasarkan pengalaman berobat di rumah sakit di Pulau Jawa, kata Pdt. Nanda, saat pasien antre menunggu giliran berobat, pihak rumah sakit mengisi waktu mensosialisasikan berbagai hal positif tentang kesehatan. Dengan demikian, pasien memperoleh tambahan pengetahuan.

Ia menyarankan pihak RSUD Waikabubak mencoba menerapkan hal tersebut dengan dukungan teknologi mumpuni, baik melalui pemutaran video, pertemuan langsung dan lain-lain.

"Pasien datang ke rumah sakit tidak semata-mata berobat tetapi ingin mendapatkan edukasi kesehatan sehingga secara dini mencegahnya," terang Pdt. Nanda.

Pdt. Nanda mengakui saat ini hampir semua gedung RSUD Waikabubak baru, megah dan mentereng. Kemegahan gedung RSUD Waikabubak, katanya, harus dibarengi dengan pelayanan perawat dokter dan segenap pihak RSUD Waikabubak yang megah pula.

Dengan demikian, lanjutnya, RSUD Waikabubak menjadi buah bibir masyarakat dan menjadi cerita tersohor hingga seantero Sumba Barat karena keramahtamahan, kecepatan, kecekatan, bukan sebaliknya.

"Menjadi pertanyaan kita bersama, lebih khusus untuk segenap komponen RSUD Waikabubak, sudahkan hal itu terlaksana. Gedung megah, jangan kalah megah dengan pelayanan kepada pasien. Rumah sakit dan pasien saling menopang dan saling membutuhkan. Karenanya berikanlah pelayanan terbaik terhadap setiap pasien yang datang," pinta Pdt. Nanda. *

Penulis: Petrus Piter
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved