News

Diduga Konsumsi Makanan Tercemar Bakteri, 58 Warga di Belu Terkapar di Puskesmas Terserang Diare

Sebanyak 58 warga di Kecamatan Lamaknen Selatan-Belu, yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste, terserang diare.

Editor: Benny Dasman
ilustrasi
diare 

 POS KUPANG, COM, ATAMBUA - Sebanyak 58 warga di Kecamatan Lamaknen Selatan-Belu, yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste, terserang diare.

"Mereka diserang diare beberapa hari lalu sehingga dilarikan ke Puskesmas Nualain dan Puskesmas Weluli untuk mendapat penanganan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Belu, Joice Manek, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Antara di Kupang, Sabtu (18/1).

Joice menambahkan, warga yang terserang diare itu berasal dari Desa Ekin tercatat sebanyak 47 orang, Desa Loonuna 7 orang, Desa Sisi Fatuberal 1 orang dan Wedomu 3 orang.

"Pihak Puskesmas sudah melakukan penanganan cepat dan tepat sehingga setelah kejadian itu ada 25 pasien menjalani rawat jalan dan 33 pasien rawat inap," ujarnya.

Joice Manek, mantan Direktur RSUD Mgr Gabriel Manek SVD Atambua, itu menyebutkan diare yang menyerang warga Lamaknen Selatan diduga kuat karena mengonsumsi makanan atau minuman yang sudah tercemar bakteri.

"Dugaan kami sementara demikian, sehingga kami mengimbau agar selalu memperhatikan kondisi kebersihan di lingkungannya serta makanan dan minuman yang dikonsumsi," katanya.

Joice Manek mengatakan, pihaknya masih terus melakukan upaya pemantauan dan antisipasi penanganan penyakit dengan menghadirkan Posko di Desa Ekin.

"Posko ini untuk berjaga-jaga agar kalau ada pasien susulan maka bisa segera mendapat penanganan medis," katanya dan menambahkan bahwa pihaknya juga menyiagakan dua tenaga dokter di Puskesmas setempat.

Dia melanjutkan, setelah peristiwa serangan diare tersebut, Bupati Belu Willybrodus Lay juga telah meninjau langsung keberadaan pasien yang tengah menjalani perawatan di Puskesmas setempat.

"Bupati Belu sudah memerintahkan agar tim dokter selalu cepat melakukan penanganan dan memeriksa secara rutin warga yang menjadi korban serangan wabah diare tersebut," demikian Joice Manek. (antara)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved