Diduga Aniaya Mahasiswa, Anggota Satlantas Polres Kupang Dilaporkan Ke Propam Polda NTT

Ini tindakan memalukan. Oknum polisi sama sekali tidak mencitrakan spirit lembaga untuk melindungi, mengayomi, dan melayani.

Diduga Aniaya Mahasiswa, Anggota Satlantas Polres Kupang Dilaporkan Ke Propam Polda NTT
KOMPAS.com/Shutterstock
Ilustrasi pemukulan 

Diduga Aniaya Mahasiswa, Anggota Satlantas Polres Kupang Dilaporkan Ke Propam Polda NTT

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Anggota Satlantas Polres Kupang Kota, Brigpol Polce Adu (PA), cs dilaporkan ke Propam Polda NTT pada Minggu (19/1/2020) dini hari. 

Laporan pengaduan dengan nomor laporan STPL/3/I/Huk.12.10./2020/ Yanduan tersebut diterima oleh Bripka Karly Kleden S sekira pukul 01.00 Wita. 

Brigpol PA, cs dilaporkan oleh salah seorang mahasiswa, Adrianus Oswin Goleng (27) atas dugaan pemukulan dan penganiayaan terhadap korban pelapor di dalam kantor Satlantas Polres Kupang Kota pada Sabtu (18/1/2020) malam. 

Korban Adrianus Oswin Goleng kepada POS-KUPANG.COM pada Minggu (19/1/2020) mengatakan, ia melaporkan anggota Satlantas Polres Kupang Kota tersebut karena diperlakukan dengan kekerasan secara fisik dan verbal yakni memukul, intimidasi dan  mengusir korban keluar dari kantor Satlantas Polres Kupang Kota secara tidak manusiawi.

Ia mengatakan, saat membuat laporan, ia langsung diarahkan ke RS. Bhayangkara untuk divisum. Dan hasil visum, katanya, terdapat beberapa luka memar di sekitar leher, dada, dan perut. 

Musabab pemukulan sendiri, jelasnya, berawal dari ia mempertanyakan mekanisme dan SOP tilang terhadap dirinya. Hal tersebut tidak diterima baik oleh terlapor dan menanggapi dengan bahasa yang arogan dan tidak etis. 

Karena korban meminta untuk berbahasa yang lebih etis, terlapor malah tidak menerima baim perkataan tersebut dan bereaksi dengan melakukan kekerasan secara fisik dan verbal. 

Adrianus Oswin Goleng yang merupakan Ketua PMKRI Kupang itu pun menyayangkan tindakan memalukan yang dilakukan oleh anggota Polisi. Menurutnya, tindakan tersebut tidak sesuai dengan disiplin anggota Polri dan kode etik profesi Polri, juga mencoreng citra Polri yang diharapkan lebih humanis terhadap masyarakat. 

"Ini tindakan memalukan. Oknum polisi sama sekali tidak mencitrakan spirit lembaga untuk  melindungi, mengayomi, dan melayani. Harusnya mereka memberikan edukasi bukan malah merepresi masyarakat dengan kekerasan,” ucap Oswin. 

Secara terpisah Kabid Propam Polda NTT Kombes Pol Agus Suryoto kepada POS-KUPANG.COM membenarkan laporan yang diterima pihaknya. Ia mengatakan, tim Propam Polda NTT akan melakukan pemeriksaan terkait laporan aduan tersebut. 

"Kita sudah terima laporannya. Kita akan periksa anggota dan juga pelapor untuk melihat sejauh mana pelanggaran dalam tindakan ini," ujar Kombes Pol Agus. 

Siang Ini Presiden RI Joko Widodo Groundbreaking Pembangunan Dermaga Kargo di Menjerite Labuan Bajo

Ujian CPNS Di Ende Diikuti 1.922 Peserta

Sebelumnya, Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jo Bangun yang dikonfirmasi berjanji akan mengecek informasi dan laporan tersebut. "Ia nanti kita cek dulu," singkatnya ketika ditanya POS-KUPANG.COM. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong) 

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved