Breaking News:

BKSDA NTT Diharapkan Pasang Rambu Peringatan dan Sosialisasi ke Warga Soal Buaya di Amarasi Timur

Balai KSDA NTT diharapkan pasang rambu peringatan dan Sosialisasi ke warga soal Buaya di Amarasi Timur

Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Dok Polsek Amarasi Timur
Korban yang dievakuasi anggota Polsek Amarasi Timur, Jumat (17/1/2020). 

BKSDA NTT diharapkan pasang rambu peringatan dan Sosialisasi ke warga soal Buaya di Amarasi Timur

POS KUPANG.COM | OELAMASI - BKSDA NTT diminta untuk memasang rambu peringatan di area muara Noehaen Desa Pakubaun, Amarasi Timur terkait ancaman buaya.

Selain itu, perlu juga dilakukan sosialisasi kepada warga mengenai bagaimana langkah penyelamatan diri manakala ada ancaman buaya. Karena di Amarasi Timur, ada beberapa lokasi yang sangat rawan dari ancaman buaya.

Cerita Warga Keluarga Korban Yelandus Nenoharan Warga Amarasi Selalu Mencari Ikan di Muara

Hal ini disampaikan tokoh masyarakat yang juga anggota DPRD Kabupaten Kupang dari wilayah Amarasi Timur, Sakti Masneno ketika dimintai tanggapannya soal kejadian buaya terkam warga di Pakubaun, Jumat (17/1/2020).

Dijelaskan Sakti, kasus buaya terkam warga hingga tewas tentu sangat memprihatinkan. Dirinya mengakui kalau di wilayah Amarasi Timur ada sebagian titik pada muara Neohaen ada buaya yang sering berkeliaran.

Terhadap kejadian ini, kata politisi Partai PBB ini, langkah yang harus dilakukan adalah pihak BKSDA NTT harus memetakan titik mana saja yang rawan sehingga warga bisa waspada. Memang saat ini ada beberapa rambu peringatan akan adanya buaya sudah dipasang, tetapi tidak bisa cuma sebatas itu.

Yelandus Nenoharan Warga Amarasi Kupang Korban Kedua Digigit Buaya di Muara

"Rambu peringatan ada buaya memang saya lihat ada beberapa. Tapi saran saya pihak BKSDA juga turun lakukan sosialisasi ke warga. Atau perlu dibuat tembok pembatas atau kawat berduri sehingga buaya tidak sampai masuk ke tengah pemukiman warga," pinta anggota DPRD dua periode ini.

Untuk diketahui  salah seorang siswa dropout SD (tidak berijazah) atas nama, Yelandus Nenoharan (14), warga  RT 12/ RW 06 Desa Tesbatan II Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, tewas diterkam buaya.

Korban mengalami musibah tersebut pada Jumat (17/1/2020) sekitar Pukul 10.00 wita di Muara Noehaen Desa Pakubaun, Amarasi Timur.

Kasus buaya menerkam korban Yelandus ini dibenarkan Kapolsek Amarasi Timur, IPTU Zainal Arifin, ketika dikonfirmasi Pos Kupang, Jumat (17/1/2020).

Adapun saksi yang pertama kali melihat kejadian ini adalah ayah kandung korban atas nama, Daud Nenoharan (55). Terhadap peristiwa ini, kata Arifin, pihaknya setelah menerima laporan langsung anggota polsek mendatangi TKP, mengumpulkan bahan dan keterangan sekaligus mengevakuasi Korban. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved