Senin, 4 Mei 2026

Ayah dan Anak Rebutan Janda Cantik, Nyawa jadi Taruhannya

Di saat bersamaan, Ibramsyah (53) juga menaruh hati kepada NS. Ibramsyah dan Zaharuddin berstatus ayah dan anak.

Tayang:
Editor: Alfons Nedabang
TRIBUN KALTIM
Pelaku pembunuhan janda muda, Zaharuddin (33) diamankan aparat Polresta Balikpapan. 

POS-KUPANG.COM - Naas dialami NS (33). Janda cantik beranak tiga ini tewas mengenaskan di tangan lelaki yang mencintainya. Peristiwa berdarah itu dipicu api cemburu.

NS menghembuskan nafas terakhir setelah tubuhnya ditikam berkali-kali dengan pisau oleh Zaharuddin (33).

Dilansir dari Tribun Kaltim (grup Pos Kupang), Zaharuddin menghabisi kekasihnya di kawasan Jalan Siaga RT 24 Kelurahan Damai Kecamatan Balikpapan Kota, Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (14/1/2020).

Demokrat NTT Berminat Calon Incumbent

Setelah melakukan aksinya, Zaharuddin melarikan diri ke kawasan Karang Anyar Balikpapan Barat. Sebelum kabur lebih jauh, pria bertato itu berhasil diamankan anggota Tim Beruang Hitam Polresta Balikpapan.

Kepada polisi, Zaharuddin mengaku berpacaran dengan korban. Sementara di saat bersamaan, Ibramsyah (53) juga menaruh hati kepada NS. Ibramsyah dan Zaharuddin berstatus ayah dan anak.

Zaharuddin mengaku telah menjalin hubungan dengan korban selama sembilan bulan. Namun, cintanya kandas setelah ia mengetahui aksi korban bermain hati dengan Ibramsyah yang tak lain adalah ayah Zaharuddin.

Sehati Group Bantu Pemda Mabar, Serahkan TeleCTG untuk Pantau Perkembangan Janin

Zaharuddin menuturkan bahwa korban dan ayahnya Ibramsyah sudah menikah siri.
"Saya sudah sekitar 9 bulan yang lalu pacaran sama dia (korban) tapi saya jengkel dia malah selingkuh dengan bapak saya," ungkap Zaharuddin di Mapolresta Balikpapan, Rabu (15/1/2020). Zaharuddin bersama barang bukti dihadirkan penyidik saat jumpa pers.

Kepada polisi, Zaharuddin mengatakan dia sempat bertanya baik-baik kepada korban tentang hubungannya dengan Ibramsyah. Namun korban justru meneriakinya.

Hal itu yang membuat Zaharuddin naik pitam dan hilang kendali kemudian menikam tubuh NS berulang kali hingga tewas.

Emi Nomleni Rahasiakan Hasil Survei Calon Bupati, Strategi Politik PDIP NTT?

"Saya itu tadinya mau tanya baik-baik aja tapi dia (korban) malah ribut dan bentak-bentak saya," ujarnya.

"Awalnya niat saya baik mau ngasih tahu secara orang dewasa pilih bapak saya atau pilih saya tapi dia malah bentak-bentak. Saya naik darah makanya saya tikam," sambung Zaharuddin.

Sementara itu, keluarga dan tetangga korban turut membagikan sikap Zaharuddin.
Mereka menceritakan pelaku merupakan pengangguran dan kerap kali melakukan penganiayaan kepada korban.

Simak Prakiraan Cuaca BMKG Sabtu 18 Januari 2020 Kupang Angin Kencang Gelombang Tinggi, Kotamu?

Zaharuddin juga kerap berkata kasar kepada korban.

"Iya memang dia itu kurang ajar, orangnya kasar. Suka dipukulin si korban, kasian. Sekarang sudah ditangkap polisi. Infonya kakinya itu ditembak. Kenapa gak kepalanya saja yang ditembak biar mam***," kata salah satu tetangga korban yang enggan menyebutkan namanya.

Tiga Anak jadi Yatim Piatu

Akibat peristiwa ini, anak korban sekarang harus hidup yatim piatu dan tinggal bersama orangtua korban.

Orangtua korban, Ihram (54) mengaku sangat kehilangan setelah insiden tragis tersebut menimpa anak semata wayangnya.

Punya Rumah Mewah & Mobil, Nikita Mirzani Bongkar Sumber Kekayaannya Sebut Siapa Pemilik Semua Harta

Dengan mata berkaca-kaca serta raut wajah penuh kekesalan, Ihram tak rela anak tunggalnya tewas mengenaskan.

Ia menegaskan sampai kapan pun akan menolak permintaan maaf dari pelaku maupun keluarga pelaku.

"Itu anak saya satu-satunya dia anak tunggal yang paling ku sayangi tapi kenapa mereka buat seperti itu," ucap Ihram.

Ketika memberikan keterangan kepada wartawan, Ihram kerap kali menundukkan wajahnya dari arah kamera untuk menyembunyikan air matanya yang mulai menetes.

TES KEPRIBADIAN: Benda yang Kamu Pilih Pada Gambar Bisa Ungkap Daya Tarik yang Dimiliki, Cobain!

Ia menegaskan dirinya akan menaruh dendam yang serius terhadap pelaku, bahkan ia mengaku tak segan untuk membunuhnya.

"Terus terang, saya dendam dengan dia (pelaku). Saya sempat cari dia kemarin tapi tidak ketemu. Kalau ketemu saya bunuh juga dia. Saya tunggu dia keluar dari penjara nanti. Nyawa harus dibayar dengan nyawa," tegas Ihram.

Jenazah NS telah dimakamkan keluarga di tempat pemakaman umum di kawasan Balikpapan Utara. *

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved