Stok Pupuk Subsidi Urea PT Kaltim di NTT Dijamin Aman

Para petani di Nusa Tenggara Timur ( NTT) tidak perlu resah dan cemas terkait ketersediaan pupuk subsidi jenis urea dari PT Kaltim

Stok Pupuk Subsidi Urea PT Kaltim di NTT Dijamin Aman
POS-KUPANG.COM/Edi Hayong
Kepala Acount Eksekutif, Didik Triyono 

POS-KUPANG.COM | OELAMASI - Para petani di Nusa Tenggara Timur ( NTT) tidak perlu resah dan cemas terkait ketersediaan pupuk subsidi jenis urea dari PT Kaltim.

Pasalnya, saat ini stok pupuk urea di gudang tersedia sebanyak 11.190,80 ton untuk musim tanam Januari 2020. Sementara untuk kebutuhan tiga bulan kedepanpun sudah diusulkan ke kantor pusat.

Kepala Acount Eksekutif PT Pupuk Kaltim Provinsi NTT, Didik Triyono menyampaikan hal ini kepada Wartawan, Kamis (16/1/2020).

Paket Pilihan Chinese Food yang Enak di Gaharu Restoran and Lounge Sasando Hotel

Didik mengatakan, untuk kebutuhan pupuk subsidi urea yang dialokasikan dari pusat untuk kebutuhan petani di NTT, setiap tahun mengalami peningkatan.

Disebutkannya, perbandingan alokasi pupuk subsidi urea pada tahun 2019 ke NTT sebanyak 28.166 ton, mengalami kenaikan sebesar 65,71 persen pada tahun 2020 sebanyak 46.733 ton. Kenaikan ini sejalan dengan program pemerintah di NTT yang fokus ke pertanian.

Mari Katong Bacarita, Imagine-Nation Mencari Kawan Dongeng di Kupang, Ini Kriterianya

"Pada saat ini stok pupuk urea subsidi di gudang ssbanyak 11.190,80 ton untuk musim tanam Januari 2020. Kita biasanya sudah prediksikan untuk kebutuhan pupuk tiga bulan kedepan. Untuk itu petani tidak perlu resah," kata Didik.

Ditanya soal penyaluran pupuk urea melalui BumDes apakah dimungkinkan, Didik mengatakan, sangat bisa tetapi tidak dalam posisi sebagai distributor.

Pihak BumDes harus berkomunikasi dengan distributor yang sudah ada. Khusus di NTT ada 12 distributor yang telah ditentukan.

"Distributor yang akan tentukan apakah layak tidak ke BumDes. Kami selaku produsen pupuk Kaltim subsidi di NTT jenis urea cuma berhubungan dengan distributor. Soal jenis pupuk lain itu kewenangan ada pada PT Petrokimia," jelas Didik.

Didik menambahkan, dengan wilayah NTT yang sangat luas tentu distributor yang berjumlah 12 itu tidak bisa menjangkau semuanya. Untuk itu maka diseleksilah kios yang dianggap mampu dalam membantu penyalurannya.

"Setiap tiga bulan distributor dievaluasi apakah tertib dan benar dalam penyaluran. Apakah sesuai dengan RDKK, apakah harga jual sesuai HET. Kalau ada yang bagus maka kita berikan reward," tambah Didik. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved