Sabtu, 2 Mei 2026

Jhon Prihatin Bom Ikan Marak Terjadi di Nagekeo, Laut Harus Dijaga

Tidak ada upaya pencegahan dan penindakan dari pihak terkait dengan aksi yang tak bertanggungjawab tersebut.

Tayang:
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Warga Tendakinde Kecamatan Wolowae Kabupaten Nagekeo, Rabu (15/1/2020). 

Bunyi motor laut perahu memecah kesunyian dikawasan bukit Ipi Mbu'u. Pelan-pelan melaju melewati bukit Ipi Mbuu.

Jarum jam menujukan sekitar pukul 07.40 mereka melewati bukit Ipi Mbu'u. Bunyi motor laut itu sudah hilang.

Sekira pukul 07.45 Wita, terdengar sebuah ledakan yang cukup deras dari arah laut.

"Itu mereka sudah ledak (bom ikan) Mari kita kesana," ujar Kepala Dusun Ndetumali D, Tobias Nusa (32) kepada POS-KUPANG.COM.

POS-KUPANG.COM bersama Kepala Dusun bergegas menuju sumber bunyi ledakan. Tepatnya disamping bukit Ipi Mbu'u arah ke Pantai Nangaroro.

"Ini masih wilayah dusun Ndetumali D Desa Kotodirumali. Mereka sudah ledak bom ikan. Kita pi cek," ujar Kepala Dusun.

Pantauan POS-KUPANG.COM, usai ledakan itu tampak sejumlah orang warga bergegas masuk kedalam laut untuk mengambil ikan yang diduga sudah mati akibat bom ikan.

"Mereka yang masuk ada 6 orang di dalam. Mereka warga disini, saya kenal dan tau mereka," ujar Kepala Dusun saat memantau aksi warga saat menyelam ambil ikan yang diduga selesai diledakan bom ikan.

Kemudian POS-KUPANG.COM bersama kepala dusunpun bergegas menuju dekat dengan mereka.

Hampir satu jam menunggu diluar pantai, enam orang warga baru keluar dari dalam pantai.

Pemilik perahu dan temanya langsung kabur tempat lain. Kuat dugaan mereka akan meledakan bom ikan dikawasan lain.

"Ada enam orang warga disini dan dua orang dengan perahu motor sudah ke tempat lain. Itu mereka bawa ikan hasil ledakan bom," ujar dia lagi.

Kemudian tampak satu orang pria dewasa tak mengenakan baju sedang duduk dibawa pohon. Ia tidak sempat masuk menyelam. Sedangkan enam orang lainnya sudah berhasil membawa ikan dari dalam laut.

Mereka terlihat memakai kacamata selam dan memegas beberapa ekor ikan dan bergegas balik ke rumah mereka.

"Mereka tidak mau omong, mereka tau saya orang yang paling tidak suka pakai bom ikan. Mereka pasti akan curiga saya. Tadi mereka mau kasi saya ikan dan saya tolak pasti mereka tambah curiga," ujar Kepala Dusun sambil balik arah menuju rumahnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved