Jhon Prihatin Bom Ikan Marak Terjadi di Nagekeo, Laut Harus Dijaga
Tidak ada upaya pencegahan dan penindakan dari pihak terkait dengan aksi yang tak bertanggungjawab tersebut.
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
Oknum yang melakukan bom ikan bukan warga dari Desa setempat melainkan orang dari luar Wolowae.
"Ada (bom ikan) tapi mereka agak kedalam itu. Yang Bom juga bukan warga Tendakinde itu dari luar. Sering selama ini, ada patroli dari pihak berwajib tapi pakai batas waktu. Tidak terus menerus. m
Mereka yang bom ikan di kejauhan. Mereka lebih pintar," ungkap Kanisius, ketika dihubungi POS-KUPANG.COM Rabu (15/1/2020).
Kanisius menjelaskan daerah mereka memang sangat luas sehingga perahu dari luar Nagekeo bebas masuk.
Oknum melakukan bom ikan pada pagi, siang dan sore. Sedangkan pada malam hari tidak mungkin dilakukan.
"Kadang mereka sore hari, pagi-pagi. Tidak berani bom malam. Itu diseputar perairan wilayah Desa Tendakinde, Desa Totomala. Kami tidak pernah dapat mereka. Karena didalam laut jauh sekali," ujar Kanisius.
Ia mengaku masyarakat sangat sulit mengusir pelaku bom ikan dan pemerintah daerah Nagekeo harus mengambil langkah cepat untuk menindak pelaku.
"Harapan kami dari masyarakat supaya diperhatikan secara serius karena selain itu merugikan biota laut dan terumbu karang. Ikan kecil juga ikut mati," ujar Kanisius.
"Kami minta kepada pihak berwajib supaya mengambil tindak tegas. Sesuai prosedur yang berlaku," tambah Kanisius.
Terpisah Kapolres Nagekeo AKBP Agutinus Hendrik Fai, SH.MH, menegaskan pihak Kepolisian Resort Nagekeo akan menindak tegas kasus pengeboman ikan di wilayah Nagekeo.
Dirinya mengimbau agar masyarakat dapat proaktif bekerjasama dengan Pihak Kepolisian dalam memberikan informasi berkaitan dengan kasus pengeboman ikan.
Dirinya mengimbau agar masyarakat atau nelayan tidak turut serta membantu atau turut menikmati ikan hasil dari pengeboman ikan yang dilakukan oleh nelayan dari luar wilayah Nagekeo.
"Untuk sementara kami lakukan pendekatan persuasif, kita himbau agar tidak boleh melakukan bom ikan karena merusak ekosistem lainnya," ujar AKBP Agustinus.
Bom Ikan Diledakan Pagi dan Sore Hari
Sebelumnya, sekitar pukul 07.30 Wita sebuah perahu berwarna biru memasuki wilayah laut di Dusun Ndetumali D Desa Kotodirumali Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo, Minggu (5/1/2020).
Suasana diwilayah itu tampak sunyi. Terdengar dentuman ombak pecah dibibir pantai. Angin laut meniup cukup kencang. Ombak tak begitu deras. Di dalam perahu yang berlayar dari arah Maunori tampak dua orang laki-laki dewasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/warga-tendakinde-kecamatan-wolowae.jpg)