Opini Pos Kupang

Strategi Pengembangan Pertanian Rakyat di NTT

Mari membaca dan simak Opini Pos Kupang berjudul: strategi pengembangan pertanian rakyat di NTT

Strategi Pengembangan Pertanian Rakyat di NTT
Dok
Logo Pos Kupang

Mari membaca dan simak Opini Pos Kupang berjudul: strategi pengembangan pertanian rakyat di NTT

Oleh: Serman Nikolaus, Dosen Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Undana Kupang

POS-KUPANG.COM - NUSA Tenggara Timur adalah salah satu provinsi di Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang terletak di wilayah bagian timur. Pada bulan Agustus tahun 2017, jumlah angkatan kerja penduduk daerah ini berjumlah 2.398.609 orang.

Dari jumlah tersebut yang bekerja sebanyak 2.320.061 orang atau 96,73 persen, dan berdasarkan sektor pekerjaan yang digeluti, dari jumlah ini, dapat didistribusikan sebagai berikut: (1) yang bekerja di sektor pertanian sebanyak 1.271.524 orang (54,82 persen), (2) yang bekerja di sektor jasa sebanyak 338.618 orang (14,60 persen), (3) yang bekerja di sektor perdagangan, hotel, dan restoran sebanyak 237.329 orang (10,23 persen), (4) yang bekerja di sektor industry sebanyak 205.314 orang (8,85 persen), dan (5) yang bekerja di sektor angkutan sebanyak 102.245 orang (4,41 persen) (Harian Umum Pos Kupang: Sabtu, 2 Juni 2018).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Minta Bupati dan Wali Kota Verifikasi Jumlah Desa, Ini Tujuannya

Dari data yang dipaparkan di atas dapat diketahui bahwa penduduk NTT pada tahun 2017, yang terbanyak bekerja di sektor pertanian, yakni sebesar 54,82 persen. Hal ini sebenarnya yang menjadi dasar pertimbangan bahwa prioritas pembangunan di NTT seharusnya masih tetap pada sektor pertanian, bukan sektor lain, karena ekonomi sebagian besar penduduk daerah ini bergantung pada sektor pertanian.

Perlu diketahui bahwa pertanian yang dilakukan oleh petani NTT, lebih banyak tergolong pertanian rakyat, yaitu usaha pertanian yang dilakukan oleh rakyat biasa, bukan oleh pengusaha pertanian, dimana orientasi utama dari pertanian tersebut adalah untuk memperoleh hasil dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Pandangan Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe Soal Revitalisasi Enam Taman Kota Kupang

Oleh karena itu, tidak perlu heran kalau tanaman yang diusahakan dalam pertanian rakyat adalah tanaman pangan seperti: jagung, padi, sorgum, dan bebagai jenis umbi. Selanjutnya dikemukakan bahwa ciri-ciri dari pertanian rakyat adalah: modal kecil, lahan sempit, dikelola secara sederhana, tenaga kerja terbatas, menggunakan peralatan sederhana, dan tidak memiliki sistim administrasi yang baik (http://hutantani.blogspot.com/).

Kalau pertanian rakyat di NTT orientasinya dibiarkan seperti ini, maka sampai kapanpun usaha ini tak akan mampu mensejahterakan sebagian besar penduduk NTT, yakni petani, karena jenis kebutuhan yang dihadapi masyarakat tani NTT dewasa ini jumlahnya semakin banyak, bukan saja kebutuhan akan pangan, sandang dan papan, melainkan juga kebutuhan yang berkaitan dengan pendidikan anak-anak, kesehatan keluarga, penerangan, air bersih, dan kebutuhan sosial lainnya, sebagai akhibat dari kesadaran masyarakat yang semakin membaik.

Untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan ini, andalan petani yang paling utama adalah hasil pertanian. Kalau hasil pertanian mereka jumlahnya terbatas, maka peluang petani untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tadi sangat kecil, dan biasanya kalau kebutuhan-kebutuhan itu tidak terpenuhi maka rasa tidak sejahtera pasti akan muncul pada diri petani.

Oleh karena itu, pertanian rakyat yang ada di daerah ini perlu dikembangkan dari pertanian yang hanya berorientasi subsisten (sekedar menghasilkan pangan untuk kebutuhan keluarga) menjadi pertanian yang berorientasi komersial (menghasilkan produk pertanian dalam jumlah yang banyak sehingga banyak yang dapat dijual).

Halaman
123
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved