Dana PIP SMP Negeri 3 Amsel Tahun 2019 Sempat Dikorupsi Segera Dibagikan, Simak YUK

Dana PIP SMP Negeri 3 Amanuban Selatan (Amasel) tahun 2018 yang sempat dikorupsi oleh mantan kepala, Seperianus Ollin senilai Rp. 211. 250.000 telah

Dana PIP SMP Negeri 3 Amsel Tahun 2019 Sempat Dikorupsi Segera Dibagikan, Simak YUK
POS KUPANG/dion
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Edison Sipa 

Laporan Reporter Pos Kupang. Com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE - Dana PIP SMP Negeri 3 Amanuban Selatan (Amasel) tahun 2018 yang sempat dikorupsi oleh mantan kepala, Seperianus Ollin senilai Rp. 211. 250.000 telah diserahkan pihak Kejari TTS kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS pasca adanya putusan inkrah dalam kasus tersebut.

Penyerahan uang yang sempat menjadi barang bukti kasus tindak pindana korupsi dengan terpidana Seperianus Ollin tersebut berlangsung di kantor Kejari TTS pekan lalu.

Dari Liga 2 Hingga Duo Brasil, Lihat Kelincahan 4 Pemain Baru Persib Bandung Jelang Liga 1 2020

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Edison Sipa membenarkan penyerahan kembali uang dana PIP SMP Negeri 3 Amsel oleh pihak kejari TTS. Pasca diterima, karena alasan keamanan maka uang tersebut langsung dititipkan ke Bank NTT Cabang Soe untuk disimpan sementara. Direncanakan uang tersebut akan dibagikan kepada para siswa penerima PIP pada Selasa (14/1/2020) mendatang.

" Kita ucapkan terima kasih kepada pihak Polres TTS dan Kejari TTS yang telah menyelamatkan dan menyerahkan kembali dana PIP yang menjadi hak anak-anak di SMP Negeri 3 Amsel. Saya sudah menghubungi Plt. Kepala SMP Negeri 3 Amsel untuk mengumumkan kepada para siswa penerima beasiswa beserta para orang tua agar uang tersebut bisa diberikan pada hari Selasa (14/1/2020)," ungkap Edison kepada pos kupang.com, Minggu (12/1/2020) melalui sambungan telepon.

Ini Kota Paling Bahaya Sedunia, Hanya Sejengkal dari Indonesia, AWAS BAHAYA

Nantinya setelah menyerahkan uang PIP kepada para penerima lanjut Sipa, dirinya akan kembali ke Kejari TTS guna menyerahkan bukti penyerahan uang tersebut kepada pihak Kejari TTS.

Kasus yang menimpah Seperianus Ollin diharapkan menjadi pembelajaran kepada seluruh pihak sekolah agar tidak menyalahgunakan penggunaan dana PIP.

“Saya berharap dengan adanya kejadian ini para kepala sekolah dan kepala UPTD dapat memanfaatkan uang yang ada dengan baik agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, termaksud berhadapan dengan proses hukum,” imbaunya.

Striker Persija Jakarta Marko Simic Penyerang Terbaik Liga 1 2019, Lihat Aksinya di Lapangan

Sementara itu Kepala Kejari Soe, Fachrizal, S.H. mengatakan, bahwa uang yang diserahkan kepada pihak Dinas Pendidikan adalah Dana PIP untuk para siswa di SMP Negeri 3 Amsel yang telah disita dari Kepala mantan sekolah, Seperianus Olin tahun kemarin. Seperianus yang menjadi terdakwa dalam kasus korupsi tersebut telah dieksekusi dengan kurungan penjara 1 tahun 5 bulan.

“ Total uang yang kita serahkan sebanyak Rp 211.250.000. Kita berharap agar dana yang telah diserahkan ke pihak dinas tersebut segera diserahkan kepada yang berhak menerima yaitu siswa-siswi SMP Negeri 3 Amanuban Selatan. Kasus ini harus menjadi pembelajaran bagi sekolah-sekolah yang lain agar tidak boleh menyalahgunakan kewenangan dan menyalahgunakan dana PIP,"ingatnya.

Diberitakan pos kupang.com sebelumnya, Usai dinyatakan lengkap beberapa waktu lalu, berkas perkara dugaan korupsi  Dana Program Indonesia Pintar (PIP) SMP Negeri 3 Amanuban Selatan sebesar Rp. 209.500.000 bersama tersangka yang juga merupakan kepala sekolah, Seferianus Olin, Selasa (24/9/ 2019) diserah penyidik Tipikor Polres TTS, dibawah pimpinan Bripka Rudy soik, SH kepada pihak Kejaksaan Negeri TTS guna diproses persidangan. Selanjutnya, Kejaksaan Negeri TTS akan menentukan jaksa penuntut umum untuk perkara tersebut, dan didaftarkan di Pengadilan Tipikor Kupang guna disidangkan.

MENGERIKAN, Pria Ini Setubuhi Jasad Janda Calon Istri yang Dibunuh Karena Batalkan Pernikahan, Info

Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari,SH., MH mengatakan, terbongkarnya kasus dugaan korupsi tersebut bermula dari musibah kebakaran yang melanda bangunan sekolah SMP Negeri 3 Amanuban Selatan pada Selasa (6/11/2018) silam. Pasca kejadian, tersangka mengaku kepada penyidik Polres TTS jika uang PIP yang sudah diambil sebelumnya disimpan di dalam berangkas dan ikut terbakar bersama bangunan sekolah.

Namun, penyidik menaruh curiga karena di dalam berangkas tidak ditemukan arang sisa uang PIP yang terbakar.
Setelah penyidik Polres TTS melakukan pendalaman, akhirnya penyidik mengamankan uang senilai 210.750. 000 yang dibungkus amplop coklat di kediaman tersangka. Tersangka mengaku, sebagian uangnya sudah digunakan untuk keperluan pribadi. Tersangka pun langsung digiring ke Mapolres TTS untuk mempertanggungkan perbuatannya.(din)

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Edison Sipa
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Edison Sipa (POS KUPANG/dion)
Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved