Awas DBD di Sikka
Ironi, Putri Petugas Kesehatan Direnggut DBD, Dinkes Sikka Target Kematian Nihil
Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka menargetkan kematian nihil pada anak yang terserang penyakit demam berdarah dengue (DBD) tahu
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM,MAUMERE---Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka menargetkan kematian nihil pada anak yang terserang penyakit demam berdarah dengue (DBD) tahun 2020.
Namun baru hari ketujuh di awal 2020, kepergian selamanya Elisabeth Marsela (1) Selasa pukul 16.00 Wita di RSUD dr.TC.Hillers Maumere mengejutkan semua abdi kesehatan di Sikka, Pulau Flores.
“Target kami tahun 2020, angka kematian nol kasus DBD. Ternyata anak dari staf saya di Puskesmas Watubain, Kecamatan Talibura yang menjadi korban pertama serangan DBD. Saya terkejut sekali kejadian ini,” kata pelaksana tugas (Plt) Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, kepada pos-kupang.com, Rabu (8/1/202020) di Maumere.
Petrus menyatakan setelah kejadian (kematian DBD) Selasa sore, pada Rabu pagi dilakukan pengasapan (fogging) di sekitar lokasi pemukiman korban di kompleks B3KD, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur. Setelah pengasapan hari pertama berselang tiga hari dilakukan lagi penyemprotan.
• BREAKING NEWS: Angin Kencang Merusak Gedung Puskesmas Lewa, Sumba Timur
Ia mengajak warga masyarakat melasanakan tindakan 3M Plus menguras, memberssihkan tempat menjadi penampungan air seperti bak mandi. Kemudan menutup rapat penyimpanan air dan seperti drum, kendi dan memanfaatkan kembalu atau medaur ulangbarang bekas dan memantau jentik nyamuk.
“Kami punya Tim Reaksi Cepat di Dinas Kesehatan Sikka dan Puskesmas. Begitu ada gelajah dan kejadian DBD, tim segera bergerak cepat,” kata Petrus Herlemus. .(laporan wartawan pos-kupang.com,eginius mo’a)
