Berita Tamu Kita

Tamu Kita: Yahya Ado Bentuk Karakter Anak Melalui Sekolah Alam

Yahya Ado membuka sekolah alam dengan nama Sekolah Alam Manusak di Kecamatan Kupang Timur untuk pendidikan PAUD.

Penulis: Edy Hayong | Editor: Apolonia Matilde
Dokumentasi keluarga
Yahya Ado bersama istri dan anaknya. 

Mahasiswa jurusan PAUD Undana baru-baru melakukan studi di Sekolah Alam Manusak. Apa yang mereka pelajari?
Memang betul. Kami sudah dua kali menerima kunjungan dari PG PAUD Undana. Mereka belajar tentang pengembangan metode motorik. Ada kecerdasan koqnitif, motorik, moral dan lain-lain.
Di sini kita gunakan media berbasis alam. Jarang dilihat di PAUD lain. Sebenarnya media yang kami gunakan adalah media yang terbuang seperti sampah, bahan-bahan bekas, lalu dikemas menjadi sebuah media pembelajaran.
PAUD kebanyakan itu kan konvesional. Bahan belajar harus dibeli di toko dengan nilainya sangat mahal. Tapi di sini kami mau mengembangkan bahwa media itu bisa dikemas dari barang bekas, murah tapi memiliki nilai edukatif. Juga dari Undana jurusan Eco Kesehatan dan Rekreasi. Kami juga sedang membangun program eco education tourism. Jadi, sekolah tidak hanya belajar tapi lingkungan itu bisa dinikmati sebagai tempat rekreasi. Jadi media kita siapkan untuk orang bertamasya, bersenang-senang. Ada media outbond dan spot foto. Kami memberikan kebebasan untuk orang menikmati keindahan alam yang asli tanpa rekayasa.

Bagaimana respon pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang terhadap Sekolah Alam ini?
Sebelum menghadirkan sekolah ini, awalnya menghadirkan pejabat dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang di lokasi dan menjelaskan konsep sekolah alam. Responnya bagus sekali. Lalu membangun beberapa bangunan fisik sambil proses ijin operasional dan begitu cepat ijin sehingga kita mulai KBM. Termasuk bantuan biaya operasional sekolah juga dari dinas. Dukungan dari pemerintah desa dan orangtua juga sangat baik sekali.

Konsep sekolah alam ini rasa-rasanya sejalan dengan ide dari Menteri Pendidikan sekarang ini. Bagaimana pendapat Anda?
Saya tidak pernah menyangka bahwa jauh-jauh hari sebelum konsep pembelajaran berbasis karakter yang disampaikan Menteri Nadim Makarim itu, kami sudah memulainya lebih dulu. Memang konsep dari Ki Hajar Dewantara itu seperti yang disampaikan Pak Nadim. Pola pembelajaran karakter yang menciptakan ruang belajar yang menyenangkan. Pendidikan membuat anak betah. Memang kurikulum 2013 itu memang sangat ribet terutama dalam hal penilaian. Tapi metodenya lebih pada menciptakan anak untuk berkreasi. (*)

Sosok ini Bongkar Nasib Rumah Tangga Syahrini Reino Barack, Sebut Bakal Pisah Ranjang, Orang Ketiga?

Terjadi Krisis keteladanan

PRIA hitam manis kelahiran Boleng, Adonara, Flores Timur, 18 Mei 1978 ini, punya cita-cita besar mendarmabaktikan hidupnya untuk kemajuan pendidikan PAUD di NTT.

Konsep Sekolah Alam jauh-jauh hari telah dipikirkannya. Ini upaya mempersiapkan calon pemimpin yang berkarakter, berintegritas, berkualitas dan bermoral.

Selama puluhan tahun berkecimpung di lembaga luar negeri Unicef, pola pembelajaran yang menyenangkan dan ramah lingkungan dipelajarinya.

Sejak pertengahan Juli lalu sekolah alam ini pun resmi beroperasi.

Namanya Sekolah Alam Manusak, tepatnya di Jalan Bendungan Raknamo, Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.

Bursa Transfer Liga 1 2020, Bobotoh Mulai Geregetan, Manajemen Persib Bandung Sudah Siapkan Kejutan

Sekolah ini kini secara khusus menerima peserta anak PAUD dan menjadi alam pertama di NTT.

Dirinya melitanikan persoalan yang ditemukan selama ini. Ayah dari Arham Alifditya Yahya, Ghaizan Alfaridzi Yahya ini mengatakan, pengalaman belajar selama ini, masih banyak anak yang tidak bahagia berada di sekolah.

Apalagi pembelajaran tersekat hanya dalam ruang kelas. Maka konsep alam sebagai sebuah pilihan untuk belajar yang ramah dan menyenangkan.

Polres TTU Segera Proses Kasus Penemuan Guru Kontrak Meninggal Dunia di Kali Kofin

Di sekolah alam Anak lebih bebas, bahagia, dan senang belajar dan bermain di sekolah mereka. Anak-anak mencintai dan menikmati keberadaan mereka di sekolah.

"Saya sangat bangga dengan guru-guru saya karena walaupun berijazah SMA tapi pengabdian untuk menciptakan generasi yang berkualitas sungguh luar biasa.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved