Siswa SD Tenggelam di Penampungan Air

Cerita Bosko ASN di Poco Ranaka Tentang Siswa SD Tewas Tenggelam di Lubang Galian C

Cerita Bosko ASN di Poco Ranaka Manggarai Timur tentang Siswa SD tewas tenggelam di lubang galian C

Cerita Bosko ASN di Poco Ranaka Tentang Siswa SD Tewas Tenggelam di Lubang Galian C
ISTIMEWA
TKP siswa SD Kelas 4 di Manggarai timur tewas tenggelam

Cerita Bosko ASN di Poco Ranaka Manggarai Timur tentang Siswa SD tewas tenggelam di lubang galian C

POS-KUPANG.COM | BORONG - Kematian Yulianus Jematu (11), Siswa SD kelas 4 di SDN Pelus, Desa Golo Lobos, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) sungguh mengejutkan keluarga.

Manto, begitu nama panggilan korban di rumah adalah anak bungsu dari delapan bersaudara.

Polres TTU Segera Proses Kasus Penemuan Guru Kontrak Meninggal Dunia di Kali Kofin

Anak dari Simon Patut dan Valentina Dina ini meninggal dunia ketika sang bapak lagi berada di sawah menyiram benih padi.

Ibunya sedang berada di rumah menanti korban pulang dari sekolah.

Tanto, siswa SD Kelas 4 di Pelus Ara, Desa Golo Lobos, Kecamatan Poco Ranaka, Manggarai Timur, saat digendong ayahnya.
Tanto, siswa SD Kelas 4 di Pelus Ara, Desa Golo Lobos, Kecamatan Poco Ranaka, Manggarai Timur, saat digendong ayahnya. (ISTIMEWA)

Namun, Senin (6/1/2020) siang begitu pulang sekolah korban bukannya kembali ke rumah mengganti seragam tapi malah mengajak teman-teman pergi mandi.

DPRD Sikka Minta Pemprov NTT Prioritaskan Jembatan Kolisia di Pantura Flores

"Korban dan teman-temannya mandi lubang galian C. Di lubang itu ada air karena hujan makanya tertampung di dalam lubang. Korban siang itu menurut kesaksian teman-temannya ngotot harus pergi mandi. Padahal ada temannya melarang. Malah begitu tiba di lokasi korban yang lompat duluan hingga akhirnya tewas, " kata Bosko, ASN di Poco Ranaka kepada POS-KUPANG.COM, Senin (6/1/2020) sore.

Informasi lain menyebutkan, ibu korban yang diberitahu kalau korban sudah meninggal dunia histeris dan terus memeluk anak bungsu di Puskesmas Mano.

Kematian Manto di Poco Ranaka hendaknya membuka mata semua orangtua agar ada tindakan antisipasi terhadap anak-anak yang lagi masa bermain.

Anak-anak harus diawasi saat pulang sekolah bukan dilepas bermain tanpa dikontrol.

Pengamat masalah anak di Manggarai, Albina Redempta Umen mengungkapkan, peristiwa di Poco Ranaka mengingatkan semua orangtua untuk menerapkan early warning system di sekolah di tengah perubahan iklim yang ekstrim. SOP antisipasi kebencanaan harus sudah mulai diterapkan disekolah bahagia dengan melibatkan stakeholder lain secara khusus orang tua.

"Perlu adanya mekanisme warning dan edukasi terhadap anak dan orang tua terkait bagaimana mengantisipasi, pemberlakuan tentatif time saat cuaca ekstrim untuk anak dan orang tua serta komponen masyarakat terkait. Pastikan anak datang dan pulang sekolah selama situasi cuaca ekstrim ini didampingi orang tua atau orang dewasa lainnya," papar Albina. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved