Kondisi Fisik Patung Marilonga Dinilai Terlalu Kecil, Ini Penjelasan Bupati Ende, Drs Djafar Achmad

Kondisi fisik Patung Marilonga dinilai terlalu kecil, ini penjelasan Bupati Ende, Drs Djafar Achmad

Penulis: Romualdus Pius | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ROMUALDUS PIUS
Patung Marilonga di Kelurahan Rewarangga yang masih dibungkus. Foto diambil, Minggu (5/1/2020) 

Kondisi fisik Patung Marilonga dinilai terlalu kecil, ini penjelasan Bupati Ende, Drs Djafar Achmad

POS-KUPANG.COM | ENDE - Menanggapi polemik terkait dengan kondisi fisik Patung Marilonga yang dinilai terlalu kecil, Bupati Ende, Drs Djafar Achmad mengatakan bahwa pembuatan patung tersebut telah melalui kajian.

Hal ini dikatakan Bupati Ende, Drs Djafar Achmad menjawab Pos-Kupang.Com, Minggu (5/1/2019) ketika dikonfirmasi mengenai polemik pembuatan Patung Marilonga.

Tuan Rumah Ende Juara Umum Kejurda Silat

Bupati Djafar Achmad mengatakan bahwa pembuatan Patung Marilonga yang baru dilakukan melalui kajian termasuk dengan fisik patung tersebut yang dibuat mendekati asli.

"Hendaknya jangan mempersoalkan ukuran besar atau kecilnya patung karena pesan penting dari patung tersebut adalah sebagai upaya untuk menghormati jasa pahlawan dan juga nilai-nilai kepahlawan yang bisa ditiru oleh masyarakat seperti sifat rela berkorban dan juga berani membela kebenaran," kata Bupati Djafar.

Bupati Djafar: Semua Proyek Harus Dilepas Lebih Awal

Bupati Djafar mengatakan bahwa sebelum dibangun patung yang baru tim tehknis telah terlebih dahulu melakukan konsulatasi dengan pihak keluarga sehingga patungnya dibuat lebih kecil dari ukuran sebelumnya," kata Bupati Djafar.

Seorang warga Ende mengkritisi keberadaan Patung Marilonga yang baru dibangun Pemda Ende di Taman Marilonga, Kelurahan Rewarangga, Kecamatan Ende Timur,Kabupaten Ende.

Warga menilai patung tersebut terlalu kecil sehingga tidak mengesankan keagungan dan kegagahan sebagai seorang pahlawan.

Hal ini dikemukan, warga Ende, Yustinus Sani SE kepada Pos-Kupang.Com, Minggu (5/1/2020) di Ende menanggapi keberadaan Patung Marilonga.

Yustinus mengatakan bahwa secara pribadi dirinya mengapresiasi kemauan baik dari Pemda Ende yang telah membuat Patung Marilonga yang baru.

Namun demikian dirinya meyayangkan bahwa keberadaan patung tersebut ukurannya terlalu kecil sehingga tidak terkesan melambangkan keagungan dan kegagahan sebagai seorang pahlawan.

"Filosofi dasar pembuatan sebuah patung tidak hanya sekedar menghargai jasa pahlawan namun lebih dari itu adalah semangat yang patut ditiru dari pahlwan tersebut maka patung tersebut dibuat lebih besar namun yang terjadi dengan Patung Marilonga ukurannya sangat kecil," kata Yustinus.

Tentang alasan Patung Marilonga yang ada sekarang dibuat sesuai dengan fisik asli yang memang kecil, Yustinus mengatakan bahwa hal itu juga tidak bisa dijadikan alasan dan menimbulkan perdebatan.

"Kalau memang dibuat sesuai dengan ukuran asli memang ada yang pernah melihat secara fisik atau ada bukti foto yang menunjukan bahwa Marilonga fisiknya kecil sehingga patung yang ada dibuat kecil," kata Yustinus.

Menurut Yustinus tidak ada alasan mendasar yang menyatakan bahwa sebuah patung dibuat harus sesuai dengan kondisi fisik asli.

"Contohnya Patung Bung Karno di Taman Bung Karno apa memang badan Bung Karno besar seperti yang ada di patung," kata Yustinus.

Menurut Yustinus keberadaan patung minimal dibuat mendekati asli tidak terlalu kecil sekali dan juga tidak perlu terlalu besar.

"Namun yang terjadi dengan Patung Marilonga sekarang ini ukurannya sangat kecil bahkan terkesan mini," kata Yustinus. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved