Penyerang Penyidik KPK Novel Baswedan Ditangkap, dari Janggal, Prihatin Sampai Ucapan Selamat
Penyerang Penyidik KPK Novel Baswedan ditangkap, dari janggal, prihatin sampai ucapan selamat
Ia pun meminta agar Polri mengusut tuntas kasus penyiraman tersebut dan menelusuri motif pelaku apakah murni didasari atas keinginin pribadi atau orang lain.
Jika Polri berhasil mengungkap kasus itu dengan benar, Sohibul yakinn masyarakat pasti akan memberi apresiasi terhadap Kapolri Idham Aziz.
"Kami apresiasi Pak Idham Azis (Kapolri), di mana dua tahun lebih Pak Tito tidak bisa menangkap pelaku, sekarang beliau bisa. Tentu ini jangan tanggung-tanggung," ucapnya.
Prihatin
Mengetahui pelaku penyiraman adalah anggotanya sendiri, Kapolri Idham Aziz pun mengaku prihatin.
"Sebagai pimpinan Polri saya mengapresiasi pelaksanaan tugas dan kinerja namun di balik itu saya juga prihatin karena ternyata pelakunya anggota Polri," kata Idham, dikutip dari pemberitaan Kompas.com (28/12/2019).
Ia meminta agar asas praduga tak bersalah dikedepankan dalam proses penyidikan terhadap dua anggota polisi aktif tersebut.
Ia pun menjamin proses penyidikan akan berjalan secara transparan.
Ucapan selamat
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri memberi selamat untuk Polri karena kasus ini telah menjadi perhatian masyarakat.
"Saya menyampaikan sukses dan selamat kepada jajaran kepolisian, ini adalah jawaban yang sudah ditunggu oleh masyarakat," kata Firli, dikutip dari Kompas TV (27/12/2019). (Kompas.com/Ahmad Naufal Dzulfaroh)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Beragam Respons soal Penangkapan Penyerang Novel Baswedan...",