Wartawan di Belu Bantu Sembako Buat Warga Kurang Mampu

Bantuan tersebut berupa beras, telur ayam, susu, sabun cuci, minyak goreng, sabun mandi, gula, teh dan pasta gigi.

Wartawan di Belu Bantu Sembako Buat Warga Kurang Mampu
POS-KUPANG/TENI JENAHAS
Ketua Pena Batas RI-RDTL, Fredrikus R. Bau, menyerahkan barang kebutuhan pokok (sembako) kepada Ignasia Abuk, warga Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Jumat (27/12/2019). 

Wartawan di Belu Bantu Sembako Buat Warga Kurang Mampu

POS-KUPANG.COM| ATAMBUA---Persatuan Jurnalis Perbatasan RI-RDTL (Pena Batas) membantu barang kebutuhan pokok (sembako) bagi warga kurang mampu, Ignasia Abuk. Dia adalah warga Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi NTT.

Bantuan sembako ini diserahkan Ketua Ketua Pena Batas RI-RDTL, Fredrikus R. Bau, Jumat (27/12/2019) didampingi sejumlah wartawan yang bertugas di Kabupaten Belu.

Bantuan tersebut berupa beras, telur ayam, susu, sabun cuci, minyak goreng, sabun mandi, gula, teh dan pasta gigi.

Ketua Pena Batas RI-RDTL, Fredrikus R. Bau kepada awak media mengatakan, wartawan yang bertugas di Kabupaten Belu yang tergabung dalam organisasi Pena Batas memberikan bantuan sembako kepada Ignasia Abuk, warga yang tergolong tidak mampu.

Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dari teman-teman wartawan yang bertugas di Kabupaten Belu terhadap kondisi kehidupan Ignasia Abuk yang selama ini mengalami krisis pangan.

Di momen Natal 2019 ini, para wartawan ingin berbagi kasih dengan sesama yang membutuhkan bantuan guna memenuhi kebutuhan hidupnya.

Menurut Edy Bau, informasi tentang kondisi kehidupan Ignasia Abuk ini diketahui dari pemberitaan media beberapa waktu lalu.

Ignasia Abuk dan suaminya adalah petani. Mereka tinggal di gubuk reot di Desa Mandeu selama 10 tahun. Beberapa minggu terakhir, mereka sekeluarga dilandai kelaparan karena stok pangan menipis. Mereka hanya mengkonsumsi pisang rebus selama dua minggu terakhir.

Ignasia Abuk juga sebagai keluarga penerima bantuan program keluarga harapan (PKH). Bantuan yang mereka terima adalah beras lima kilogram dan telur satu rak setiap bulan. Namun bantuan tersebut tidak cukup memenuhi kebutuhan mereka selama sebulan.

Kondisi yang dialami keluarga Ignasia Abuk ini menggugah hati para wartawan di Belu sehingga atas kesepakatan bersama, para wartawan memberikan bantuan. Semoga bantuan tersebut bermanfaat bagi keluarga Ignasia Abuk dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Akses Layanan Telkomsel Meningkat Pada Natal dan Tahun Baru

Ignasia Abuk menyampaikan terima kasih kepada wartawan yang telah membantunya seraya mendoakan agar para wartawan selalu diberi kesehatan dan sukses dalam tugas. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,
Teni Jenahas).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved