Salam Pos Kupang

Pertamina NTT Terlambat Antisipasi?

Mari membaca dan simak Salam Pos Kupang berjudul: Pertamina NTT terlambat antisipasi?

Pertamina NTT Terlambat Antisipasi?
Dok
Logo Pos Kupang

Mari membaca dan simak Salam Pos Kupang berjudul: Pertamina NTT terlambat antisipasi?

POS-KUPANG.COM - PEMERINTAH pusat dalam hal ini Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif sebelum hari raya Natal telah memastikan pasokan BBM ke semua wilayah di Indonesia aman.Pemerintah, katanya, telah melihat ketersediaan stok yang ada di daerah-daerah.

Arifin menyampaikan, daerah-daerah yang mayoritas penduduknya merayakan Natal juga mendapat prioritas untuk pengalokasian BBM semua jenis."Jadi memang untuk daerah yang merayakan Natal itu diberikan prioritas dialokasikan untuk bisa dipenuhi," tukas Arifin. (Antara 23/12/2019).

Memperkuat Toleransi: Revolusi di Tahun 2020

Melihat pernyataan tersebut, artinya bahwa pemerintah dalam hal ini pertamina telah membuat laporan mengenai ketersediaan BBM di berbagai daerah termasuk di NTT. Namun, pernyataan ini ternyata kontradiksi dengan keadaan yang terjadi di NTT, dalam hal ini di pulau Timor. Ternyata sejak Minggu (22/12/2019), masyarakat mulai kesulitan mendapatkan BBM, baik yang bersubdisi maupun yang nonsubsidi. Baik premium, pertalite dan pertamax sulit didapat.

Kondisi ini diperparah lagi pada Senin (23/12/2019), antrean mengular di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), hanya untuk mendapatkan BBM. Padahal seharusnya pemerintah atau Pertamina sudah bisa mengantisipasi kenaikan konsumsi BBM jelang libur Natal dan Tahun Baru.

Kejurda Satlak Tarung Derajat dan Festival Kids Tarung Derajat Walikota Cup I

Pertamina dengan entengnya melalui Sales Branch Manager Rayon I Pertamina NTT, Reggie Senjang ketika dihubungi membenarkan bahwa BBM seperti premium dan pertalite bahkan juga pertamax habis di SPBU Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Kata Reggie, terjadinya kekosongan BBM di SPBU karena kapal yang terlambat tiba di Tenau Kupang karena cuaca.

Mengapa pertamina tidak menghitung stok lebih dulu sehingga tidak sampai terjadi kondisi yang membuat masyarakat menjadi resah akibat ketiadaan BBM apalagi menjelang hari haya.

Padahal NTT adalah provinsi kepulauan dimana distribusi BBM selalu menggunakan kapal laut, yang notabene tergantung dari cuaca. Apakah hal ini terjadi karena masih ada laporan Asal Bapak Senang (ABS) masih terjadi di BUMN ini?

Dampak yang cukup terasa di dalam masyarakat, dengan adanya kondisi kekosongan beberapa hari membuat masyarakat panik, menjadi takut tidak mendapatkan BBM sehingga bisa diprediksi konsumsi BBM semakin tinggi kondisi tersebut.

Pemilik kendaraan membeli BBM dalam jumlah yang banyak, mengisi penuh tangki kendaraan, pandangan jeriken yang antri di BBM juga terlihat cukup panjang. Untuk mendapatkan BBM subsidi, masyarakat terpaksa membeli di botol-botol yang dijual di pinggir-pinggir jalan dengan harga yang lebih dari dua kali lipat yakni Rp15 ribu per botol.

Keadaan ini seakan mempermainkan emosi masyarakat, yang disatu pihak merasa aman dengan pernyataan pemerintah bahwa stok BBM aman tetapi kenyataan tidak seperti itu. Menjadi pertanyaan, apakah Pertamina terlambat antisipasi ataukah ada hal lain yang dipermainkan di balik semua peristiwa ini? (*)

Penulis: PosKupang
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved