Berita Pendidikan

Jalin Kerja Sama dengan Pemprov, Stipram Ambarukkmo Jogyakarta Siap Terima Anak NTT

Pemprov NTT menjalin kerja sama dengan Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Stipram Yogyakarta.

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Apolonia Matilde
Oby Lewanmeru
Gubernur NTT, Viktor Laiskodat dan Ketua Stipram, Dr. Suhendroyono 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM|KUPANG -  Pemprov  NTT menjalin kerja sama dengan Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (Stipram) Yogyakarta.

Kerja sama tersebut dalam bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Destinasi Pariwisata NTT.

Penandatanganan kesepakatan bersama berlangsung di ruang kerja Gubernur NTT, Sabtu (14/12/2019).

Peringati HUT, Cellular World Kupang Lakukan Aksi Peduli Sosial

Bertindak selaku pihak pertama adalah Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta, Dr. Suhendroyono, SH, MM, M. Par, CHE, sedangkan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat bertindak untuk dan atas nama Pemprov NTT selaku pihak kedua.

Penandatanganan kesepakatan itu disaksikan, Staf Khusus Gubernur, Prof. Willy Toisuta, dan Prof. Daniel Kameo, Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah NTT, Roky Pekudjawang, dan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi NTT, Dr. Ir. Wayan Darmawa, MT.

Sedangkan dari Stipram, selain Ketua Stipram, hadir juga sejumlah tim.

Kepala Dinas Parekraf Provinsi NTT, Dr. Ir. Wayan Darmawa, MT, kepada Pos Kupang usai acara penandatanganan kesepakatan bersama itu, mengatakan, Pemprov NTT dan Stipram Yogyakarta melakukan kerja sama dalam pengembangan SDM dan Destinasi Pariwisata NTT.

Dua Peserta yang Mendaftar Jadi Panwascam di TTU Tak Lolos Seleksi Administrasi

Wayan yang juga hadir pada acara itu menjelaskan, tujuan kerjasama itu adalah agar tersedianya SDM bidang pariwisata yang mampu mensinergikan pembangunan destinasi pemasaran pariwisata, industri pariwisata secara profesional, efektif dan efisien dalam pembangunan kepariwisataan di NTT.

Sedangkan obyek kerja sama, yakni pengembangan SDM dan Destinasi Pariwisata.

Dia merincikan, ruang lingkup kerja sama, adalah pertama soal pengembangan SDM Pariwisata melalui pendidikan reguler, pelatihan manajerial, pelatihan guru-guru dan pelatihan kewirausahaan dan pariwisata.

"Sedangkan destinasi pariwisata meliputi pemberdayaan masyarakat di sekitar destinasi pariwisata, pengembangan daya tarik wisata dan komponen destinasi yang akan disepakati kemudian," kata Wayan.

Lihat Detik-detik Kepala Desa di Sumsel Tabrak Warganya Pakai Mobil hingga Tewas

Menurut Wayan, dengan kerja sama itu, maka Pemprov NTT akan lebih memperkuat pengembangan pada tujuh destinasi pariwisata yang telah dibangun pada tahun 2019.

Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta, Dr. Suhendroyono, SH, MM, M. Par, CHE, mengatakan, kerja sama yang dilakukan itu untuk pengembangan SDM dan destinasi pariwisata.

"Kenapa, karena potensi pariwisata di NTT ini luar biasa dan telah menjadi karunia Tuhan. Karena itu, NTT ke depan akan menjadi pintu gerbang Indonesia," kata Suhendroyono.

Dikatakannya, kerja sama itu akan difokuskan pada pengembangan SDM dan juga destinasi pariwisata.

Polda NTT Pastikan Pelaksanaan Sertijab Pejabat Utama dan Pelantikan Kapolres

"Kami siap menerima anak-anak NTT yang dikirim oleh Pemprov NTT untuk dibekali," katanya.

Suhendroyono mengakui dalam pengembangan SDM bidang pariwisata itu meliputi, industri perhotelan, destinasi, sarana prasarana, jasa maupun pelayanan.

Dia mengatakan, pola pendidikan yang akan dilakukan oleh pihaknya bertujuan untuk peningkatan SDM bidang pariwisata dan destinasi pariwisata NTT.

Staf Khusus Gubernur NTT, Prof. Daniel Kameo, mengatakan, pemerintah saat ini membuat sesuatu dalam rangka pengembangan pariwisata.

Ratusan Warga NTT Antusias Ikut Sosialisasi New Zealand Scholarships di Hotel Aston Kupang

"Saat ini sudah ada tujuh destinasi yang dikembangkan sebagai model pengenbangan pariwisata di seluruh NTT. Jadi potensi pariwisata yang kita miliki tidak diragukan lagi, bahkan terbaik di dunia," kata Daniel.

Dikatakannya, dengan kerja sama itu, pengembangan pariwisata NTT harus dibangun oleh masyarakat NTT.

"Pak gubernur mau agar pariwisata dibangun oleh anak muda NTT, pengusaha NTT dalam berbagai bidang pariwisata. Kita ada prgram pengembangan SDM yang dikembangkan, menurut pak gubernur mereka bukan pekerja tapi pengusaha pariwisata," katanya.

Menurutnya, pariwisata NTT bersifat inklusif, yakni merangkul semua komponen masyarakat dan pemangku kepentingan tetapi juga berbasis sumber daya dan kekuatan lokal.

"Karena itu, kita terus melakukan pembenahan sumber daya petani dan juga sumber daya pelaku pariwisata," ujarnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved