Pemda TTU Gelar Rakor Evaluasi Program Indovasi Desa 2019

Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menggelar kegiatan rapat koordinasi (rakor) tentang evaluasi Program Inovasi Desa

Pemda TTU Gelar Rakor Evaluasi Program Indovasi Desa 2019
POS KUPANG/THOMAS MBENU NULANGI
Suasana kegiatan rakor evaluasi program inovasi desa tingkat Kabupaten TTU tahun 2019 di Aula Hotel Ariesta, Jumat (13/12/2019). 

Fransiskus mengatakan, salah satu langkah terobosan yang dilakukan adalah meluncurkan PID pada akhir tahun 2017 lalu. PID dirancang untuk mendorong dan memfasilitasi penguatan kapasitas desa untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa melalui peningkatan produktivitas perdesaan yang bertumpu pada pengembangan ekonomi lokal dan kewirausahaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta pemenuhan dan peningkatan infrastruktur perdesaan yang secara langsung berpengaruh terhadap perkembangan perekonomian desa dan penguatan kohesi sosial masyarakat perdesaan.

Fransiskus menjelaskan, salah satu tahapan dari PID adalah kegiatan Bursa Inovasi Desa yang sudah dilakukan setahun yang lalu, tepatnya tanggal 01 November 2018.

"Saat itu seingat saya, ada perwakilan dari 160 Desa penerima dana desa yang hadir mengikuti kegiatan Bursa Inovasi Desa, terdiri dari para kepala desa, Ketua BPD dan Tokoh Masyarakat," terangnya.

Fransiskus mengatakan, ketika membuka kegiatan Bursa Inovasi Desa setahun yang lalu, dirinya mengatakan bahwa Bursa Inovasi Desa merupakan sebuah wadah pertukaran ide dan praktek cerdas; sebuah forum penyebaran dan pertukaran inisiatif dengan harapan dapat direplikasi oleh desa sesuai potensi yang dimilikinya.

Menurutnya, Bursa Inovasi Desa bertujuan untuk menjembatani kebutuhan pemerintah desa akan solusi bagi penyelesaian permasalahan desa serta inisiatif dan alternatif kegiatan pembangunan desa.

Dalam Bursa Inovasi tersebut ditawarkan berbagai kegiatan pembangunan desa yang dinilai inovatif. Melalui bursa inovasi itu diharapkan pemerintah desa dapat melihat peluang-peluang baru yang bisa dikembangkan untuk mensejahterakan masyarakat desa.

"Pada saat itu saya mewajibkan para kepala desa yang hadir untuk menandatangani kartu komitmen yang disiapkan panitia untuk mereplikasi kegiatan inovatif baik di bidang pelayanan sosial dasar, bidang ekonomi dan kewirausahaan maupun di bidang infrastruktur yang mendukung pelayanan sosial dasar dan pengembangan ekonomi lokal desa," ungkapnya.

Raymundus berharap, dalam kegiatan rakor tersebut tim inovasi Kabupaten bersama para Camat dan seluruh peserta dapat melihat kembali apa yang menjadi komitmen desa saat itu dan sejauh mana pelaksanaannya di tingkat desa.

Semua peserta yang hadir di sini, tegas Raymundus, harus dapat menemukan keunggulan dan kesuksesan, maupun kendala dan kekurangan yang dialami dalam melaksanakan program inovasi desa, sehingga dapat mengambil langkah-langkah untuk pengembangan lebih lanjut di tahun yang akan datang.

"Saya tegaskan lagi bahwa dana desa yang sudah dialokasikan kepada desa-desa penerima, supaya digunakan sesuai peruntukannya. Buatlah terobosan-terobosan baru yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat dan tetapkan dalam APBDes sehingga memiliki dasar hukum untuk dilaksanakan," ungkapnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Infrastruktur P3MD Kabupaten TTU, Jan christian mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan dalam untuk melihat progres laporan dari masing-masing Tim Pengelolah Inovasi Desa (TPID) terhadap hasil replikasi usulan inovasi dan pelibatan dari Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa(P2KTD).

Halaman
123
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved