Mahasiswa Bunuh Kekasih

Fakta & Kronologi Mahasiswa UIN Alauddin Makasar Gorok Kekasih, Sempat Hadir di TKP Penemuan Jenazah

Seorang mahasiswa di Makasar tega membunuh sang kekasih dengan cara menggorok lehernya menggunakan pisau dapur satt lihat korban masih bernapas

Editor: Adiana Ahmad
Tribun Timur
Mahasiswi korban pembunuhan di Makasar 

Fakta & Kronologi Mahasiswa di Makasar Gorok Kekasih, Pelaku Sempat Hadir di TKP Penemuan Jenazah

POS-KUPANG.COM- Pembunuhan sadis yang dilakukan mahasiswa UIN Alauddin di Makasar terhadap sang kekasih menghebohkan publi.

Bagaimana tidak, mahasiswi cantik itu harus meregang nyawa di tangan sang kekasih yang seharusnya menjadi pelindungnya.

Entah apa yang merasuki pelaku hingga tega membunuh korban, hingga kini polisi masih didalami polisi.

Selain caranya yang sadis, pelaku juga berlagak peduli dengan hadir di TKP Penemuan jenazah korban. Namun serapat-rapatnya bangkai disembunyikan baunya akan tercium juga. 

Ridhoyatul Khaer pelaku pembunuhan kekasih di Makasar
Ridhoyatul Khaer pelaku pembunuhan kekasih di Makasar (Tribun Timur)

Berkas Perkara Kasus Pembunuhan Bayi di Kupang Lengkap, Polisi Limpah Berkas Perkara Tahap Dua

Polisi rupanya melihat gelagat aneh dari pelaku. Dari kecurigaan itu, polisi akhirnya menangkap pelaku.

Berikut fakta dan kronologi kasus mahasiswa bunuh kekasih di Makasar:

1. Pelaku dan korban teman sekampus di UIN Alauddin Makasar

2.Pelaku dan korban merupakan pasangan kekasih

3. Pelaku sempat hadir di TKP Penemuan Jenazah

4. Korban dibunuh dengan cara digorok

5 Pelaku diamankan polisi di Mapolsek Manggala

Kronologi penemuan mayat:

Asmaul Husna ditemukan tak bernyawa di dalam kamar di rumah kerabatnya dalam posisi terlentang.

Yang pertama kali menemukan mayat Asmaul Husna adalah sepupunya sekaligus teman sekamar bernama Satriani, sekitar pukul 12:30 Wita, Sabtu (14/12/2019), atau bersamaan tibanya waktu shalat lohor.

Pada saat itu, Satriani yang baru pulang ke rumah masuk ke kamar dan kemudian menemukan sepupunya tergeletak tak bernyawa.

"Datang tadi siang, saya buka pintu kamarnya sudah begitu (telentang)," ujar Satriani.

Ridhoyatul Khaer (20) pasca menghabisi nyawa kekasihnya Asmaul Husna (21) dibekuk polisi.
Satriani kemudian melaporkan kejadian ini kepada penghuni rumah lainnya dan tetangga.

SADIS! Mahasiswa di Makasar Gorok Kekasih Saat Tahu Korban Masih Bernapas Setelah Dibekap Bantal

Warga pun kemudian geger.

Sepupu korban lainnya, Miftahul Nur mengatakan, saat Asmaul Husna ditemukan tak bernyawa, di bagian belakang tubuhnya terdapat lumuran darah dari leher hingga punggung.

Ridhoyatul Khaer (DOK PRIBADI)
Selain itu, wajah korban tertutup 2 bantal bergambar karakter fiksi Hello Kitty dan Winnie The Pooh.

Korban juga mengenakan pakaian lengkap.

Tak lama setelah penemuan mayat Asmaul Husna, petugas Polsek Manggala, Inafis Polrestabes Makassar, Labfor Polri Cabang Makassar, dan dokter kepolisian dari RS Bhayangkara Makassar tiba di lokasi kejadian.

Mayat Asmaul Husna kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sehari sebelum ditemukan tewas, pada Jumat (13/12/2019), Asmaul Husna sempat pamit pergi kepada Miftahul Nur menginap di rumah temannya.

Namun, tak diketahui siapa teman dimaksud.

Keesokan harinya atau Sabtu siang, Asmaul Husna malah ditemukan tak bernyawa di dalam kamar yang berhadapan dengan kamar Miftahul Nur.

Suami Bunuh Istri sedang Hamil 5 Bulan hanya Gara Gara Ini, Sebelum Kabur Titip Pesan

Teman Kampus

Korban dan pelaku sekampus.

Korban merupakan mahasiswi semeseter VII Program Studi Ilmu Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin.

Sementara pelaku mahasiswi semester VII Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin.

Kampusnya berada di Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulsel.

Jarak kampus dengan rumah korban sekitar 3 Km.

Posting-an Instagram

Beredar screenshot (tangkapan layar) tulisan di Instagram dengan nama akun @aulhsn_.

Tampak tertulis keterangan jika tulisan tersebut dibuat selang 4 hari sebelum di-screenshot.

Berikut salinan isinya:

"Anak Ibu sedang menahan tangis; Katanya karma sedang berjalan menuju ke arahnya, katanya karma akan segera menyemputnya.

Anak ibu lalu menangis;

Tangisannya pelan tak terdengar dibalik pintu toilet karena sedang mengigit bibir bawahnya agar suaranya tangisannya tak pecah hingga akan muncul desas desus tanya para penggibah.

Tangisannya tak terdengar karena disamarkan oleh suara air yang keluar dengan patuhnya dari mulut bapak keran di toilet.

Anak ibu lalu diam;

Pikirannya penuh dengan kesalahan dan cara menempuh penebusan.

Haruskah anak ibu meninggalkan dunia dengan cara paling tragis atau hidup didunia dengan cara paling tragis pula.

Anak ibu kemudian tertidur;

Terpejam dengan mata sembab, tubuh dingin dipeluk angin malam tak ada yang peduli.

Sebab ibu jauh disana dan tak tahu apa-apa tentang anaknya ini."(*

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved