Pemerintah Kota Kupang Deklarasi STOP BABS Sembarang Tempat

Pemerintah Kota Kupang bersama NGO dan Lembaga Pendidikan serta para Pegiat Sanitarian melakukan deklarasi STOP BABS

Pemerintah Kota Kupang Deklarasi STOP BABS Sembarang Tempat
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Deklarasi STOP BABS sembarang tempat di Taman Nostalgia, Kota Kupang, Jumat (13/12/2019) 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pemerintah Kota Kupang bersama Non Government Organization (NGO) dan Lembaga Pendidikan serta para Pegiat Sanitarian melakukan deklarasi Stop Buang Air Bersih Sembarangan ( STOP BABS). Deklarasi ini dilakukan di di Taman Nostalgia Kupang, Jumat (13/12/2019).

Asisten Bidang Pemerintahan Sekretaris Daerah Kota Kupang, Yoseph Rera Beka dalam deklarasi itu mengatakan salah satu faktor yang mempengaruhi rusaknya sanitasi adalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat.

Jelang Natal dan Tahun Baru, Polda NTT Kerahkan 2.900 Personil Untuk Operasi Lilin

Menurutnya, Pemerintah Kota Kupang sangat concern dengan isu sanitasi dan telah menerbitkan Peraturan Walikota Kupang Nomor 17 Tahun 2019 Tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.

“Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Kota Kupang dan mampu memberikan inspirasi bagi daerah-daerah lain di NTT,” katanya.

Kabid PL-Promkes Dinas Kesehatan Kota Kupang , Alfrida Palebangan, selaku ketua panitia melaporkan, kesehatan masyarakat sangat berkaitan erat dengan perilaku dan lingkungan.

Polda NTT Ambil Alih Kasus Kematian Tak Wajar Sopir Dinas Perhubungan Kabupaten Ende

Dia katakan kondisi sanitasi yang buruk dapat berdampak negatif pada berbagai aspek kehidupan masyarakat. Kondisi tersebut, lanjutnya, dapat dimulai dari turunnya kualitas lingkungan hidup masyarakat, tercemarnya air minum, dan munculnya berbagai penyakit.

“Sanitasi total berbasis masyarakat adalah model pendekatan dan paradigma baru dalam pembangunan sanitasi di Indonesia yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat dan perubahan perilaku yang bertujuan untuk mewujudkan perilaku masyarakat yang higienis dan saniter secara mandiri dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya,” jelasnya.

Lebih lanjut Alfrida menerangkan, berdasarkan verifikasi dari POKJA AMPL Provinsi NTT dapat digambarkan bahwa seluruh masyarakat Kota Kupang tidak ada lagi yang melakukan perilaku buang air di sembarang tempat.

“Kota Kupang telah mencapai pilar 1 dan pilar 5 dalam semangat program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Oleh karena itu, perlu adanya deklarasi bersama STOP BABS di tingkat Kota Kupang agar menjadi komitmen untuk terus kita jaga dan kita tingkatkan dari waktu ke waktu,” ungkapnya.

Kegiatan deklarasi STOP BABS Tingkat Kota Kupang ini dihadiri oleh perwakilan Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, perwakilan DPRD Kota Kupang Komisi IV, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi NTT, perwakilan BAPPELITBANGDA Provinsi NTT, Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang, perwakilan UNICEF dan PLAN Kupang, perwakilan POKJA AMPL Provinsi NTT, Camat se-Kota Kupang, Lurah se-Kota Kupang, Kader Kesehatan, Tokoh Pemuda, dan Tokoh Masyarakat. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved