Polres Kupang Ungkap Pembuang Bayi Laki-laki, Tersangka ONT Mengaku Setelah Divisum

Penyidik Polres Kupang ungkap Pembuang Bayi laki-laki, tersangka ONT Mengaku setelah divisum

Polres Kupang Ungkap Pembuang Bayi Laki-laki, Tersangka ONT Mengaku Setelah Divisum
KOMPAS.com/Getty Images via BBC
ilustrasi bayi 

Penyidik Polres Kupang ungkap Pembuang Bayi laki-laki, tersangka ONT Mengaku setelah divisum

POS-KUPANG.COM | BABAU - Penyidik Kepolisian Resor (Polres) Kupang masih terus mengembangkan penyelidikan terhadap kasus buang bayi laki-laki oleh tersangka ONT, asal
Desa Nifukani, Amanuban Barat, TTS.

Tersangka ONT ditangkap Senin tanggal 9 Desember 2019 di rumah tersangka oleh anggota Polsek Takari. Dari keterangan tersangka ONT, dirinya diduga dihamili sepupunya yang kini sedang didalami polisi.

Enam Atlet Tinju NTT Ikut Pra PON di Bogor, Delapan Atlet Sudah Lolos PON

Kasat Reskrim Polres Kupang, IPTU Simson Amalo, S.H menyampaikan hal ini melalui Kanit PPA, IPDA Fridinari Kameo, Rabu (11/12/2019).

Menurut Fridinari, sejak kejadian itu, polisi dari Polres Kupang bergerak cepat. Anggota menjemput tersangka di kampung halamannya dan dibawa langsung ke Polres Kupang.

"Penangkapan tersangka dilakukan  Senin tanggal 9 Desember 2019 di rumah tersangka oleh anggota Polsek Takari. Saat penangkapan tersangka  tidak mengakui bahwa melahirkan. Saat dibawah ke polsek dan dilakukan visum baru tersangka     mengakui perbuatannya," jelas Fridinari.

DPRD NTT Berharap Maskapai Jangan Seenaknya Naikan Harga Tiket

Sebelumnya diberitakan, warga Dusun Hapil, Desa Noelmina, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang,  digemparkan dengan penemuan bayi laki-laki.

Kasus ini terjadi,  Minggu ( 8/12/ 2019)  sekitar Pukul  19.00 Wita dengan tersangka, ONT. Saat ini tersangka ONT warga Desa Nifukani,  Kecamatan  Amanuban Barat, TTS sudah diamankan di Mapolres Kupang.

Kasat Reskrim Polres Kupang, IPTU Simson Amalo, S.H dikonfirmasi melalui Kanit PPA, IPDA Fridinari Kameo, Rabu (11/12/2019) membenarkan kejadian ini.

Saat ini tersangka sudah ditahan di Polres Kupang dan tersangka menyesali atas perbuatannya. Tersangka dikenakan Pasal 76B jo pasal 77B  UU No. 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved