Terapkan HRM, Suster Margaretha Puji Kopdit Pintu Air

Suster Margaretha Ada, SSpS,S.Pd,MSHR, mengapresikan pengurus dan pengelola KSP Kopdit Pintu Air Rotat yang pertama kali menerapkan HRM

Terapkan HRM, Suster Margaretha Puji Kopdit Pintu Air
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Ketua KSP Kopdit Pintu Air, Jakobus Jano (kemeja putih), dan narasumber Suster Margaretha Ada, SSpS, S,.Pd, MSHR, beserta peserta lokakarya, Selasa (10/12/2019) di Kantor Pusat KSP Kopdit Air Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, 13 Km arah barat Kota Maumere, Pulau Flores. 

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Suster Margaretha Ada, SSpS,S.Pd,MSHR, mengapresikan pengurus dan pengelola KSP Kopdit Pintu Air Rotat yang pertama kali menerapkan human resources managemen ( HRM).

"Lokakarya ini sangat ilmiah, HRM selevel traning and develompment. Mereka para manajer yang telah bekerja sekian tahun diberi suntikan dan di-update pengetahuanya, sehingga mereka tetap mengikuti dan berkinerja optimal," kata Suster Margaretha, kepada wartawan dalam rehat lokarya pengurus, pengawas, general manajer, kabid dan supervisor di Kantor Pusat Pintu Air di Rotat, Desa Ladogahar, 13 K arah barat Kota Maumere, Pulau Flores, Selasa (10/12/2019).

Polres TTU Tunggu Hasil Identifikasi Anggota Pastikan Penyebab Korban Meninggal Dunia

Lokarya dua hari, Senin-Selasa (9-10/12/2019) diakui Suster Margaretha, baru pada tahap pendampingan manajerial secara umum.

"Kami bersama-sama lakukan survey kebutuhan manajer untuk tahu lebih lanjut di bagian mana yang dibutuhkan. Kami deteksi kebutuhan manajerial dengan soluasi yang ditawarkan karena mereka lebih paham situasi yang dialaminya. Selanjutnya kami rumuskan tindak lanjut," ujar Suster Margaretha.

Ia memuji Kopdit Pintu Air, organisasi pertama yang memanfaatkan ilmu baru yang ia geluti studinya di Amerika. Ini (HRM) merupakan resep baru organisasi yang belum banyak digunakan di lembaga swasta dan pemerintah.

Tanggapan Luhut Binsar Pandjaitan Ditanya Darmawan Prasodjo Jadi Wadirut PLN

"HRD dan manajemen adalah resep mutlak di semua lini organisasi, "tandas Suster Margaretha.

Dari dua hari lokakarya ini, diakui Suster Margaretha, soal mendasar adalah sumber daya manusia (SDM). SDM berhadapan dengan sistim manajerial yang belum terkoneksi secara baik.

"SDM-nya bagus, hanya belum dibenahi baik. Sistim manajerial juga sudah ada, hanya belum diperkenalkan dan disambungkan secara baik. Efeknya pada pekerjaan dan masyarakat yang dilayani," imbuh Suster Margaretha.

Menurutnya isu manajemen, SDM dan menajemen kelembagaan belum dipahami semua.

Lokakarya ini, kata Suster Margaretha, tidak hanya menghasilkan dokumen tertulis, tetapi menyusun pakta integritas yang menjadi cikal bakal penyusunan program kerja setahun.

"Ujungnya di tahun 2020. Ada evaluasi yang bersumber dari program kerja yang spiritnya dari pakta integritas. Setiap level pimpinan memiliki uraian uraian tugas dan wewenang dan SOP menjadi acuan evaluasi untuk instrumen penilaian. Instrumen datangnya dari uraian tugas dan wewenang. Karena itu, tidak usah keluar tenaga untuk berkelahi dengan dia, ada unsur pribadi dan marah-marah. Langsung terbaca seluruhnya," tandas Suster Margaretha.

Ketua Jakobus Jano, mengakui SDM Pintu Air belum ditata kelola dengan baik, hanya seadanya. Namanya pegawai, tetapi belum dikelola dengan baik.

Jakobus Jano, optimis lokakarya menjadikan Pintu Air lebih baik dan lebih hebat dari kondisi saat ini. (laporan reporter pos-kupang.com,eginius mo'a).

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved