Berita Tamu Kita

Tamu Kita: Letkol Inf Mochamad Fuad Suparlin, Lebih Asyik Bicara Pertanian

Sosok Letkol Inf Mochamad Fuad Suparlin, SIP, M.Tr (Han), yang saat ini menjadi Dandim Ende adalah seorang yang low profile.

Tamu Kita: Letkol Inf Mochamad Fuad Suparlin, Lebih Asyik Bicara Pertanian
Dokumentasi keluarga
Dandim Ende, Letkol Inf Mochamad Fuad Suparlin Bersama Istri 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Sosok Letkol Inf Mochamad Fuad Suparlin, SIP, M.Tr (Han), yang saat ini menjadi Dandim Ende adalah seorang yang terlihat santai serta low profile.

Namun, dibalik sikapnya yang santai tersebut ternyata pria yang akrab dipanggil Fuad adalah seorang pekerja keras yang tidak saja untuk Kodim Ende, tetapi untuk masyarakat Kabupaten Ende.

Belum setahun menjabat Dandim telah banyak kegiatan non militer yang dilakukan olehnya, seperti pembukaan lahan pertanian maupun pemasangan listrik di desa yang belum berlistrik.

Heboh! Pramugari Ini Layani Penumpang Berhubungan Intim di Pesawat Tarifnya Fantastis Tembus 32 Juta

Itu semua dilakukan olehnya semata-mata terdorong oleh kecintaaan akan bangsa Indonesia karena Kabupaten Ende adalah bagian intergral dari NKRI.

Bagaimana mengenal sosok yang lebih enak bicara tentang pertanian dan dunia usaha serta koperasi dibandingkan dengan dunia militer.

Ikutilah wawacancara wartawan Pos Kupang, Romualdus Pius, dengan Dandim Fuad di Makodim Ende, Sabtu (7/12/2019).

Saat ini Anda menjabat sebagai Dandim Ende. Apa menjadi cita-cita Anda sejak kecil menjadi prajurit TNI AD atau lainnya?
Cita-cita saya saat kecil adalah menjadi seorang dokter.

Menurut Anda apa yang menarik dari sosok seorang tentara sehingga tertarik menjadi seorang tentara TNI AD ?
Ketertarikan saya menjadi seorang tentara atau prajurit adalah karena saya hidup di lingkungan masyarakat yang merupakan prajurit. Orang tua saya adalah seorang prajurit.

Ketika dipercaya menjadi Dandim Ende pendekatan apa yang Anda lakukan demi terciptanya kondisi keamanan di Kabupaten Ende agar tetap kondusif ?
Pendekatan yang digunakan dalam tugas sebagai Komandan Satuan Kewilayahan adalah dengan pendekatan komunikatif ke seluruh lapisan masyarakat. Masyarakat harus siap secara SDM, siap menerima perubahan politik, ekonomi, sosial budaya karena perkembangan Iptek yang ada dugaan tidak menghilangkan kearifan lokal dan terutama ideologi Pancasila yang didasari oleh keimanan dan ketaqwaan.

Halaman
1234
Penulis: Romualdus Pius
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved