Karantina Ende Dorong Ekspor Hasil Pertanian Keluar Negeri
Pihak karantina Ende mendorong agar dilakukan ekspor langsung hasil pertanian keluar negeri
Penulis: Romualdus Pius | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | ENDE - Komoditas pertanian berasal dari Kabupaten Ende dan daerah sekitarnya di Flores tak kalah unggul dari wilayah lain misalnya kopi yang sudah terkenal ke mancanegara. Oleh karena itu karantina Ende mendorong agar dilakukan ekspor langsung hasil pertanian keluar negeri.
Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Ende, Yulius Umbu Hunggar mengatakan hal itu pada Rapat Koordinasi dan Sinergitas serta Giat Ekspor dan Investasi Pertanian di Club House Global View Hotel, Kabupaten Ende, Senin (9/12/2019).
Yulius mengatakan bahwa Pulau Flores menjadi penghasil kopi berkualitas dan sudah terkenal yaitu Bajawa dan Manggarai begitupun Ende.
• Sosialisasi 4 Pilar Anggota MPR RI Andreas Hugo Pareira Sebut NTT Miniatur Indonesia
"Bahkan, baru-baru ini kopi dari Kampung Adat Wologai, Kabupaten Ende diminati turis dari Inggris yang meminta pengiriman untuk sampel di negaranya sebanyak sepuluh kilogram," ujar Yulius.
"Ende tak hanya dikenal sebagai bagian dari sejarah Indonesia, tempat lahirnya Pancasila yang dicetuskan oleh sang proklamator Bung Karno, tetapi juga kaya dengan hasil buminya. Area perkebunan yang masih luas dan bisa ditingkatkan tentunya bisa mendorong peningkatan produktivitas," kata Yulius Umbu Hunggar.
• Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia, Kejari Lembata Libatkan Siswa Sekolah
Meskipun saat ini belum ada alat angkut dan juga pelabuhan yang ditetapkan sebagai tempat pengeluaran untuk ekspor, harus tetap optimistis merealisasikannya secepatnya.
Terlebih melihat potensi ekspor komoditas unggulan yang keluar dari Ende, sinergitas antar instansi dan seluruh stake holder harus diperkuat.
"Hingga November lalu, komoditas pertanian dari Ende yang dikirim sebanyak 94 ton atau senilai Rp 2,976 miliar. Tentunya bila produktivitas dan kontiunitas bisa ditingkatkan maka bisa meningkatkan neraca perdagangan. Apalagi kopi Flores sudah dikirim ke Belanda, Amerika Serikat, Australia, Tiongkok, Taiwan, dan Inggris melalui Surabaya," tutur Yulius.
Yulius berharap rapat koordinasi ini menjadi langkah awal untuk mewujudkan ekspor komoditas pertanian dari Ende.
Infrastruktur dan persyaratan lainnya sudah siap tentunya sudah menjadi keniscayaan Ende dan daerah lainnya di Flores mampu ekspor secara langsung.
"Seluruh pemangku kepentingan bergerak sehingga bisa segera terealisasi. Tidak hanya kopi saja tetapi komoditas lainnya yang secara volume dan frekuensi relatif tinggi keluar dari Ende seperti kemiri, cengkeh, kopra, kakao, dan pisang," kata Yulius.
"Komoditas lainnya yang berpotensi ekspor perlu peningkatan produksi diantaranya porang dan jamur susu harimau," ujar Yulius. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/karantina-ende-dorong-ekspor-hasil-pertanian-keluar-negeri.jpg)