KPK: Perbaiki Sarana-Prasarana Penjara Lebih Elegan daripada Beri Grasi Terpidana Koruptor

Wakil Ketua KPK: perbaiki sarana-prasarana penjara lebih elegan daripada beri Grasi terpidana koruptor

KPK: Perbaiki Sarana-Prasarana Penjara Lebih Elegan daripada Beri Grasi Terpidana Koruptor
KOMPAS.com/Deti Mega Purnamasari
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat ditemui usai acara Cross Check bertajuk Hentikan Diskon Hukuman Koruptor di kawasan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (8/12/2019). 

Wakil Ketua KPK: perbaiki sarana-prasarana penjara lebih elegan daripada beri Grasi terpidana koruptor

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Saut Situmorang mengatakan, perbaikan sarana dan prasarana di dalam penjara lebih diutamakan dibandingkan pemberian grasi kepada terpidana koruptor.

Hal tersebut disampaikan Saut saat menjadi pembicara di acara Cross Check bertajuk Hentikan Diskon Hukuman Koruptor yang digelar di kawasan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (8/12/2019).

Gebrakan dan Langkah Cepat Erick Thohir dari Tunjuk Ahok hingga Copot Dirut Garuda Indonesia

"Karena dari 1.000 yang di penjara KPK, baru beberapa orang yang diberi grasi dengan alasan tidak ada sarana dan seterusnya, saya pikir kita beresin sarananya dulu sehingga orang juga dipenjara seperti di rumah idealnya," kata dia.

Saut mengatakan, dengan sarana dan prasarana yang baik, terpidana yang di penjara hanya merasa fisiknya saja yang dikurung.

Sebab, meskipun dikurung, mereka tetap mendapatkan mendapatkan fasilitas yang baik, mulai dari kesehatan, sarana olahraga, hingga berkomunikasi dengan keluarga kapan saja.

Ini Tawaran Beasiswa S1 dan S2 di Sciences Po Perancis Lengkap dengan Tunjangan Hidup, Berminat?

"Jadi itu selesai. Itu lebih elegan daripada alasan kesehatan dan kita kurangi tahanannya. Itu lebih elegan memperbaiki sarana," kata dia.

Saut mengatakan, sedianya negara memiliki dana untuk memperbaiki sarana dan prasarana itu.

Hanya saja, yang paling penting adalah bagaimana niat dan cara untuk melaksanakannya.
"Dokter ada kok yang bisa datang, panggil kapan saja. Kalau memang pendekatannya kemanusiaan dan kesehatan," kata dia.

Oleh karena itu, menurut dia, jangan ada penyelesaian masalah di satu sisi, tetapi menimbulkan masalah di sisi lainnya. (Kompas.com/Deti Mega Purnamasari)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "KPK: Perbaiki Sarana-Prasarana Penjara Lebih Elegan daripada Beri Grasi",

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved