Dirut Garuda Dipecat
Dugaan Skandal Eks Dirut Garuda Indonesia Ari Askhara dengan Okum Pramugari, Begini Respon IGAKI
Dugaan Skandal Eks Dirut Garuda Ari Askhara dengan Okum Pramugari Begini Respon IGAKI
POS-KUPANG.COM - Dugaan Skandal Eks Dirut Garuda Ari Askhara dengan Okum Pramugari Begini Respon IGAKI
Hingga kini nama Eks Direktur Umum ( Dirut ) Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara masih menjadi perbicangan hangat sejak dicopot dari jabatannya.
Pencopotan Ari Askhara oleh Menteri BUMN Erick Thohir menjadi cerita heboh di media sosial.
Setelah ketahuan menyelundupkan moge Harley Davidson, Ari Askhara pun ramai diisukan selingkuh alias melakukan skandal dengan seorang pramugari cantik.
Diketahui, awal mula isu selingkuh mantan Dirut Garuda ini berhembus berasal dari media sosial.
Ternyata ada sebuah akun Twitter yang membuat cuitan dan menyebarkan isu tersebut, yakni akun @digeeembok.
Akun itu membuat kultwit soal Ari Askhara. Akun itu bahkan berani menandai akun Twitter Menteri BUMN Erick Thohir agar sang menteri membaca cuitannya yang disebut membongkar kelakukan mantan Dirut Garuta.
Ada sejumlah hal yang diutarakan akun tersebut. Mulai dari penyelundupan Harley Davidson hingga masalah serikat pekerja. Kemudian, hal yang mencuri perhatian, yakni tuduhan perselingkuhan.
Disebutkan akun tersebut, wanita selingkuhan itu bernama Putri Novitasari Ramli yang merupakan pramugari.
Akun itu, bahkan menyebarkan foto-foto dan video wanita cantik yang disebutnya sebagai selingkuhan Ari Askhara.
Beberapa foto dan video itu, terlihat berasal dari postingan akun Instagram atas nama puteriinovita.
Kemudian, disebutkan pramugari cantik itu kerap mendapatkan perlakuan spesial dan berpengaruh di Garuda.
Akun @digeeembok itu juga menyebutkan, soal biaya operasi plastik menggunakan uang negara.
Berikut ini cuitan lengkap akun @digeeembok yang menyebut mantan Dirut Garuda Ari Askhara main belakang dengan pramugari.
"01. Bismillahirrahmanirrahim,
“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”