Sabtu, 25 April 2026

Berita Pendidikan

Kuliah Umum Prodi Linguistik PPs Undana, Kumoro Beber Keluarga Bahasa Austronesia

Program Studi ( Prodi) Pasca Sarjana (PPs) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menggelar kuliah umum, Rabu (4/12/2019).

Penulis: Apolonia M Dhiu | Editor: Apolonia Matilde
Humas Undana
Asisten Diektur, Dr. Karolus Kopong Medan, mengenakan cinderamata 

Bahasa yang diambil sebagai contoh dari bagian Indonesia adalah Tagalok, Toba-Batak, Jawa, Melayu, Ngaju-Dayak, dan Hova (malagasi).

Bahasa yang diambil sebagai contoh dari bagian Melanesia ialah bahasa Fiji, dan bahasa Sa'a, sedangkan bahasa yang dipakai sebagai contoh dari bagian Polynesia ialah bahasa Tonga, Futuna dan bahasa Samoa.

Ia mengatakan, alasan diambilnya bahasa-bahasa tersebut adalah bahasa yang diperbandingkan haruslah diambil dari bahasa- bahasa yang berbeda, letaknya berjauhan, dan dari anggota sub-sub rumpun yang berlainan agar rekonstruksinya betul-betul mewakili semua bahasa-bahasa yang tergabung dalam rumpun itu.

Kapolri Angkat Pejabat Sementara Kapolres untuk Lima Polres Baru Wilayah Polda NTT

Sementara papar Kumuro, Dyen secara genetis mengelompokan bahasa Austronesia. Dari 500 bahasa yang digarapnya, ia mampu meneliti 303 bahasa saja dari perkiraan 4000 bahasa di dunia.

Hasil penelitiannya, 58 dianggap sebagai dialek dan 245 sebagai bahasa.

Dalam penelitiannya menggunakan 200 kosa kata dasar selanjutnya disebut kosa kata Swadesh.

"Jika antara dua bahasa punya persamaan 70 persen lebih sama, dianggap dialek dari bahasa yang sama.

Namun jika sebaliknya dianggap dua bahasa yang berbeda. Hal ini bersifat sementara saja," ungkapnya.

Hasil perbandingan itu oleh Dyen digunakan sebagai pengelompokan bahasa serumpun.

Dari hasil perbandingan dan perhitungan semacam itu, Dyen menempatkan bahasa-bahasa yang ia periksa itu ke dalam tingkat-tingkat sub grup yang ia beri nama subfamily, genus, cluster, hesion dan linkage.

Hal itu, katanya, agar klasisifikasi bahasa dapat dibaca dengan mudah, maka dibuatlah diagramnya.

Kabar Duka Disampaikan Cinta Laura, Pemain Cinderella, Orang yang Dicintainya Meninggal Dunia

Ia menyebut, Austronesia memiliki banyak bahasa, karena para petani berpindah-pindah, menjelajah dari satu wilayah ke wilayah lain lalu terjadi tebang bakar.

Dikatakannya, sekitar 6000-5000 tahun lalu orang Austronesia sudah mulai menjelajah ke utara dan ke barat.

3000 tahun yang lalu sampai Pasifik dan Selandia Baru.

"Kita dapat mengambil kesimpulan dari gejala ini bahwa semakin sulit komunikasi antara daerah satu dengan yang lain, semakin besarlah kemungkinannya untuk timbul bahasa baru," ungkapnya.

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved