Rabu, 20 Mei 2026

Demo Mahasiswa Politeknik Negeri Kupang

Detik-detik Pendemo Diseret Hingga Wartawan Dilarang Liput Aksi Demo di Politeknik Negeri Kupang

Lihat detik-detik pendemo diseret hingga wartawan dilarang liput Aksi Demo di Politeknik Negeri Kupang

Tayang:
Penulis: Gecio Viana | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Suasana demonstrasi di depan Gedung Rektorat PNK Penfui Kota Kupang, Jumat (6/12/2019). 

Lihat detik-detik pendemo diseret hingga wartawan dilarang liput Aksi Demo di Politeknik Negeri Kupang

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Kupang (PNK) menggelar demonstrasi di depan Gedung Rektorat kampus itu, Jumat (6/12/2019).

Demontrasi itu menyikapi dugaan pungli di Jurusan Teknik Sipil dan berbagai persoalan di kampus yang terletak di bilangan Penfui, Kota Kupang.

Awalnya, demonstrasi yang dipimpin oleh Ketua BEM PNK, Jevrianus V. Djawa itu berlangsung tertib.

Saat Demo, GMNI Sampaikan 6 Tuntutan Kepada Pemda Ende

Mahasiswa saling berganti melakukan orasi hingga seorang dari pendemo, Krispianus Nai Wona diseret paksa oleh sekuriti dan pegawai kampus ke dalan gedung rektorat.

Para pendemo yang melihat rekannya mendapatkan perlakuan itu memprotes dan berusaha membela rekannya agar tidak diamankan.

Selanjutnya, Reporter POS-KUPANG.COM yang melihat langsung kejadian berusaha mengejar pendemo yang dibawa paksa ke dalam gedung rektorat.

Gelar Demo Ketua BEM Politeknik Negeri Kupang: Saya Hampir Dipukul karena Kritis

Namun demikian, para sekuriti dan pegawai kampus menghalangi kerja jurnalistik dengan melarang Reporter POS-KUPANG.COM untuk masuk ke dalam gedung.

"Kakak dari mana?, Kakak ada izin," kata seorang pegawai PNK sembari menahan reporter agar tidak mengikuti pendemo ke dalam gedung rektorat.

Walaupun sudah memperkenalkan diri dan telah memberitahukan bahwa akan meliput, namun upaya menghalangi kerja reporter terus dilakukan sejumlah pegawai dan sekuriti PNK.

"Kakak tidak bisa masuk, di sini sa (saja)," kata seorang sekuriti PNK.

Krispianus Nai Wona dikonfirmasi terpisah per telepon mengatakan, ia dituding sebagai provokator dalam aksi tersebut.

Padahal, lanjut Krispianus, ia merupakan alumni PNK Jurusan Teknik Sipil dan merupakan tanggung jawab moril baginya agar praktik pungli di jurusannya dihilangkan.

"Saya diintimidasi dan dikatakan sebagai provokator. Saya sebagai alumni sudah jelaskan untuk minta pertanggungjawaban dari kampus terkait pungli yang terjadi dan telah diberitakan," tegas mantan ketua BEM PNK tahun 2018 ini.

Krispianus juga mengakui bahwa informasi bahwa adanya dugaan pungli di Jurusan Teknik Sipil memang terjadi.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved