INNALILLAHI Wainna Ilaihi Rojiun! Kabar Duka Datang dari Ponpes di Lirboyo, Ulama Sepuh Kediri Wafat
INNALILLAHI Wainna Ilaihi Rojiun! Kabar Duka Datang dari Ponpes di Lirboyo, Ulama Sepuh Kediri Ini Wafat
Penulis: Agustinus Sape | Editor: Bebet I Hidayat
INNALILLAHI Wainna Ilaihi Rojiun! Kabar Duka Datang Dari Ponpes di Lirboyo, Ulama Sepuh Kediri Ini Wafat
POS-KUPANG.COM - KH Maftuh Bashtul Birri, pengasuh Pondok Pesantren Murottilil Quran Lirboyo Mojoroto Kediri wafat di Kediri, Jawa Timur, Rabu (4/12/2019).
Berbagai ucapan belasungkawa berdatangan atas meninggalnya tokoh Nahlatul Ulama (NU) yang disebut-sebut sebagai Hafidz Al-Quran yang produktif menulis.
Melansir laman muslimmoderat.net, KH. Maftuh Basthul Birri terlahir di Karangwuluh Kutoarjo Purworejo Jawa Tengah pada tahun 1948.
Mula-mula beliau menghafal al-Quran di hadapan KH. Ahmad Munawwir, Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta.
Dia melanjutkan belajar qiraah sab’ah di hadapan KH.Nawawi Abdul Aziz (Ponpes AN NUR Ngrukem, Bantul Yogyakarta,yang masih terhitung sebagai paman beliau.
Beliau juga pernah tabarukan di Pondok Pesantren Yanbu’ul Quran Kudus di hadapan Kyai Arwani Amin, Kudus.
Selanjutnya KH. Maftuh Basthul Birri belajar ke Pondok Pesantren Lirboyo Kediri dan Pesantren Sarang, Rembang, Jawa Tengah.
Beliau bukan hanya ahli dalam bidang bacaan al-Quran, melainkan juga dalam bidang tulis-menulis al-Quran (khath).
Hasil karyanya dalam bidang kaligrafi cukup banyak dan sangat indah. Tidak berlebihan jika kita menggolongkan beliau ke dalam daftar para khaththat handal Indonesia.
Saat ini beliau menjadi pengasuh di Pondok Pesantren Murotilil Quran (PPMQ) Lirboyo Kediri.
Pesantren ini termasuk salah satu unit dari Pondok Pesantren Lirboyo yang konsen dalam mempelajari al-Quran.
• Innalillahi! Kabar Duka Seorang Ibu Muda Meninggal dengan Tersenyum Usai Melahirkan 3 Bayi Kembarnya
Pesantren yang dirintis KH. Maftuh Basthul Birri ini telah banyak mencetak hafidz-hafidzah berkualitas sekaligus mumpuni membaca dan memahami kitab-kitab kuning (kitab klasik Islam).
Di awal-awal berdirinya semaan al-Quran “Jantiko MANTAB” beliau aktif sebagai qari’ untuk daerah Kediri dan sekitarnya. Beliau juga menjadi pengamal wirid Dzikrul Ghafilin-nya Gus Miek, sehingga tidak heran kalau beliau menulis biografi dan karomah singkat para wali yang disebutkan dalam wirid itu.
Kedalaman ilmu dan pengalaman KH. Maftuh Basthul Birri dalam bidang al-Quran dan kitab kuning mengantarkan beliau menjadi penulis produktif dan kreatif. Diantara hasil karyanya adalah: