Mahasiswa Setor Uang Beli Makan

Dugaan Pungli di Teknik Sipil PNK Kupang, Anggota DPRD NTT Ana Waha Kolin Angkat Bicara

Dugaan pungli di Teknik Sipil PNK Kupang, Anggota DPRD NTT Ana Waha Kolin angkat bicara

Dugaan Pungli di Teknik Sipil PNK Kupang, Anggota DPRD NTT Ana Waha Kolin Angkat Bicara
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Anggota DPRD NTT, Ana Waha Kolin, SH saat ditemui di ruang Fraksi PKB DPRD NTT, Selasa (29/10/2019) 

Namun, para mahasiswa hanya sebatas mengeluh pada WhatsApp grup yang beranggotakan sesama mahasiswa, tanpa melakukan protes karena takut dipersulit dalam kepengurusan tugas akhir. "Mau komplain tapi takut," katanya.

Mewakili sejumlah rekannya, FS meminta untuk pungutan-pungutan tersebut dihilangkan dan meminta pihak penegak hukum melakukan audit.

Selanjutnya, pihaknya juga menginginkan PNK memberikan sanksi tegas yakni ketua jurusan Teknik Sipil diberhentikan dari jabatannya, karena dinilai menyusahkan mahasiwa melalui kebijakannya serta gaya kepemimpinan yang tidak disukai banyak mahasiswa.

Selain itu, redaksi Pos Kupang juga mendapatkan pengeluhan dari orangtua mahasiswa Jurusan Teknik Sipil kepada pihak jurusan, terkait pungutan uang untuk pembelian makanan saat ujian proposal dan ujian skripsi.

Orangtua mahasiswa tersebut enggan namanya ditulis karena anaknya masih berstatus mahasiswa di jurusan tersebut.

Sebagai orangtua mahasiswa, pihaknya merasa sangat dibebani dengan kebijakan yang diambil sepihak oleh Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Kupang berkaitan dengan biaya seminar proposal, ujian akhir dan yudisium yang tidak ditemukan di lembaga pendidikan tinggi lainnya.

Dijelaskannya, mahasiswa semester akhir harus membayar seminar proposal sebesar Rp 250 ribu per mahasiwa, ujian akhir sebesar Rp 500 ribu per mahasiswa dan Yudisium sebesar Rp 250 ribu per mahasiswa.

"Pungli ini dengan alasan konsumsi untuk para dosen dan pegawai. Mohon pimpinan Politeknik Negeri Kupang menertibkan pungutan-pungutan seperti ini yang sangat merugikan mahasiswa dan masyarakat sebagai stakeholder Politeknik. Terima kasih," tulisnya.

POS-KUPANG.COM yang mendapatkan informasi, pada Jumat (29/11/2019) siang sekitar pukul 13.40 Wita berusaha untuk mengkonfirmasi Ketua Jurusan Teknik Sipil, Dian E. W Johannis, ST.,M.Eng.

Namun, pihak Jurusan Teknik Sipil PNK enggan memberikan komentar terkait hal tersebut.

Walaupun sempat diwawancarai disela gladi bersih wisuda PNK di Auditorium PNK, Dian E. W Johannis, ST.,M.Eng enggan untuk pernyataannya ditulis.

Setelah itu, Ketua Jurusan Teknik Sipil, Dian E. W Johannis, ST.,M.Eng meminta Reporter POS-KUPANG.COM untuk bertemu di ruang kerjanya yang terletak tidak jauh dari Auditorium PNK.

Saat ditanya kenapa diminta ke ruang kerjanya, Dian E. W Johannis, ST.,M.Eng mengatakan, pihaknya ingin membuat berita acara telah diwawancarai POS-KUPANG.COM.

"Kita ke jurusan saja, kita buat berita acara dan ada saksi serta tanda tangan sebagai bukti," katanya.

Setelah memasuki ruang kerjanya, Dian E. W Johannis, ST.,M.Eng lalu meminta Sekertaris Jurusan Teknik Sipil bernama Theresia A. Bria, ST., MT dan seorang dosen lainnya untuk duduk bersama berbicara terkait hal tersebut.

Dian E. W Johannis, ST.,M.Eng saat itu mempertanyakan narasumber yang memberikan informasi dan tidak mau berkomentar jika narasumber tersebut tidak diberitahukan kepada dirinya.

Selanjutnya, Dian E. W Johannis, ST.,M.Eng lalu meminta tanda pengenal untuk difotocopy, mempertanyakan surat tugas dari POS-KUPANG.COMdan mempertanyakan nama redaksi yang memberikan tugas.

Tidak hanya itu, dalam buku tamu Jurusan Teknik Sipil yang ditulis Reporter POS-KUPANG.COM, juga dipersoalkan karena menulis perihal kedatangan untuk konfirmasi dugaan pungutan yang dilakukan pihak jurusan. "Kami bisa tuntut Pos Kupang," katanya dengan nada tinggi.

"Tulis juga nama bos lu (kamu) yang kasih tugas," ujarnya sambil menunjuk buku tamu jurusan.

Perlakuan pihak jurusan kepada Reporter POS-KUPANG.COM tersebut, sangat berbeda ketika reporter melakukan tugas peliputan di jurusan itu sebelumnya.

Tercatat sudah berulang kali Reporter POS-KUPANG.COM melakukan tugas peliputan dan mewawancarai ketua jurusan, namun pihak jurusan tidak pernah mempertanyakan banyak hal setelah identitas sebagai reporter ditunjukkan.

Pihak jurusan, kata Dian E. W Johannis, ST.,M.Eng yang ditemani rekan dosen, akan memberikan pernyataan jika narasumber untuk pungutan liar ini diberitahukan kepada dirinya dan meminta reporter menunjukkan surat tugas dan surat penugasan perihal maksud wawancara kepada jurusan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved