Bupati Don Berharap Garam Nagekeo Tembus Pasar Dunia

Bagi Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do Berharap Garam Nagekeo Tembus Pasar Dunia

Bupati Don Berharap Garam Nagekeo Tembus Pasar Dunia
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do saat acara peletakan batu pertama pabrik garam di Makipaket Kelurahan Mbay II Kabupaten Nagekeo, Selasa (3/12/2019). 

Bagi Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do Berharap Garam Nagekeo Tembus Pasar Dunia

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, mengharapkan agar produksi garam Nagekeo diminati dan tembus pasar dunia.

Bupati Don mengatakan di Nagekeo memang sudah lama mengenal produksi garam, namun secara tradisional yang dipelajari turun-temurun. Dari dulu memang belum dengan menggunakan teknik atau teknologi canggih seperti saat ini.

Hujan Lebat Guyur Kota Kupang Jalan Bundaran PU Digenangi Air

Selama ini produksi garam hanya menggantungkan pada kemurahan alam dengan kehadiran PT Cheetam di Nagekeo, bisa memperbaiki dengan teknik tinggi atau teknologi tinggi dari Australia.

"Ini adalah sebuah penantian yang benar-benar panjang dan melelahkan tapi hari ini kita sudah sampai. Kami berharap agar membawa petani garam kita dan garam kita produksinya bisa masuk ke restoran-restoran high class dan hotel hotel bintang 5 di seluruh dunia seperti garam dari Sisilia, seperti garam pink dari Himalaya yang terkenal atau tersohor itu," ungkap Bupati Don saat ground breaking ceremony pembangunan ladang garam baru milik PT. Cheetam Flores Indonesia di Makipaket Kelurahan Mbay II Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo, Selasa (3/12/2019).

Tahun 2020 Labuan Bajo Masuk Lima Destinasi Prioritas Pembangunan Infrastruktur

Bupati Don juga mengharapkan agar garam yang dihasilkan dapat mencapai standar yang dituntut dalam industri.

Ia mengatakan dengan adanya pembangunan pabrik garam di Kelurahan Mbay II ini dapat menyerap tenaga kerja lokal.
Dan ada dampak bagi warga Nagekeo pada umumnya.

"Kita berharap agar laki-laki dan perempuan bisa mengikuti dalam seluruh proses produksi garam ini.
Tadi sudah katakan bahwa beberapa tahun lalu sudah membantu bersama mendirikan akademi garam. Mereka menjadi pekerja dan menyiapkan petani garam," ungkap Bupati Don.

Ia mengatakan memang agak susah kita membangun kepercayaan. Bahwa industri ini akan membawa kemakmuran bagi masyarakat.

"Tetapi saya berjanji saya berada di sini untuk bersama-sama kita tetap meyakinkan penduduk masyarakat di sini bawa industri ini akan membawa manfaat bagi mereka juga," ungkap Bupati Don.

Sementara itu, CEO PT. Cheetam Salt Limited, Mr. Andrew Speed, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam membuat proyek ini menjadi kenyataan.

Mr. Andrew menyebutkan butuh lebih dari 9 tahun kerja untuk mendapatkan persetujuan untuk pembangunan ladang garam ini, dan itu hanya mungkin karena dukungan yang kami terima dari semua tingkat pemerintahan, masyarakat setempat dan semua karyawan kami.

"Secara khusus, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bupati Kabupaten Nagekeo, Uskup Gereja Katolik, bapak Gubernur NTT, Menteri Perindustrian, Bapak Menteri Koordinator Maritim, Menteri Agraria atas dukungan yang diberikan dalam menjadikan ladang garam ini menjadi kenyataan. Terima kasih," ungkap Andrew.

Pantauan POS-KUPANG.COM, hadir dalam acara itu, Uskup Agung Ende Mgr.Vinsensius Sensi Potokota, SVD, CEO Cheetam Salt Limited Mr.Andrew Speed, Dirjen Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah Budi Situmorang, Perwakilan dari Kementerian Perekonomian Toni Nainggolang, Perwakilan dari Kementrian Kemaritiman dan Investasi Fatma Puspita Sari, Kapolres Ngada AKPB Bayu Andika Adittama, Dandim 1625 Ngada
Letkol Inf.I Made Putra Suartawan, Pimpinan BUMN/BUMD, para pimpinan SKPD,tokoh masyarakat, tokoh adat dan undangan lainnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved