Angka Kasus AIDS meningkat, Mahasiswa UCB Kupang Kampanye di Car Free Day

memberi catatan soal cakupan ARV yang belum luas dan belum diperoleh semua ODHA menjadi problem tersendiri.

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/RYAN NONG
Mahasiswa dan dosen Prodi Ners Kelas Alih Jenjang Khusus Keperawatan Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang saat kampanye di Kupang. 

Angka Kasus AIDS meningkat, Mahasiswa UCB Kupang Kampanye di Car Free Day

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Sabtu pagi yang ramai di kawasan Boulevard El Tari, Kupang. Di dua ruas jalan utama ibukota Provinsi NTT itu, warga tampak sibuk beraktivitas. Banyak warga membawa serta keluarga berolahraga di tempat itu. Ada pula warga yang beraktivitas berkelompok sesuai komunitas mereka.

Ada yang berjoging melintasi jalan, ada pula yang melakukan senam bersama di beberapa titik jalan. Juga, di bagian taman median jalan serta trotoar, aneka jajanan dan dagangan digelar di situ.

Di satu titik jalan, persis di depan bangunan eks Kantor Bahasa, tampak puluhan orang mengenakan kaos hitam bergambar pita merah dengan tulisan "Suport AIDS Awareness". Beberapa dari mereka memegang poster. Beberapa yang lain memegang pita dan bunga.

Sementara itu, dua perempuan berdiri di stage yang dibangun di mobil milik BNN Provinsi NTT. Mereka menggelar acara. Dengan mik, mereka mulai bertanya pada peserta yang bergabung pada kesempatan itu.

Peserta yang merupakan pengguna jalan yang melintas, kemudian diajak mengobrol seputar HIV-AIDS. Setelah mengobrol, para peserta dibagikan bunga dan pita. Ada peserta yang mampu menjawab dengan tepat pertanyaan demi pertanyaan, namun ada pula yang tidak.

Koordinator kegiatan Kampanye, Petrus Kanisius Siga Tage kepada POS-KUPANG.COM menjelaskan, latar belakang dilaksanakan kegiatan kampanye tersebut adalah untuk mengenalkan dan mengkampanyekan kepada masyarakat, upaya untuk membangun stigma baik soal penderita HIV atau orang dengan HIV dan AIDS (ODHA).

Dosen mata kuliah HIV-AIDS UCB ini mengatakan, selama ini masyarakat masih terjebak dalam bangunan stigma buruk terhadap para ODHA.

Menurutnya, upaya membangun stigma baik perlu dilakukan terus menerus sebagai bagian dari upaya preventif primer agar angka AIDS bisa ditekan.

"Konsep sederhana kita agar muncul stigma baik," ujar dosen yang disapa Rusni ini.

Ia melanjutkan, saat ini sebagian masyarakat masih memiliki stigma buruk terhdap ODHA.

"Stigma masih ada dan jelas, menyasar kepada kelompok rentan seperti janda, seks worker, buruh, dan sebagainya. Dan jika stigma itu memburuk, maka upaya penuntasan akan jalanan di tempat," tegasnya.

Kegiatan yang diinisiasi oleh dosen dan mahasiswa Alih Jenjang Khusus Keperawatan Prodi Ners Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang ini sekaligus merupakan aplikasi pembelajaran kelas untuk mata kuliah HIV-AIDS. Kampanye yang diikuti oleh 30 mahasiswa bersama tim pengajar HIV -AIDS itu, lanjutnya ditujukan untuk masyarakat umum.

Rusni juga menjelaskan, makin tingginya angka kasus HIV-AIDS khususnya di Kota Kupang membutuhkan penyelesaian yang komprehensif, serta kerjasama seluruh stakeholder. Selain itu, ia juga memberi catatan soal cakupan ARV yang belum luas dan belum diperoleh semua ODHA menjadi problem tersendiri.

Oleh karena itu, lanjutnya, UCB berkomitmen untuk ikut dalam kerja kerja penanganan persoalan HIV-AIDS ini.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved