Yeri Sebut Usia Truk Sampah Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Kupang Sudah Menua

Yeri sebut usia truk sampah Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Kupang sudah menua

Yeri Sebut Usia Truk Sampah Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Kupang Sudah Menua
POS-KUPANG.COM/Yeni Rachmawati
Yeri Padji Kana 

Yeri sebut usia truk sampah Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Kupang sudah menua

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup kota Kupang mempunyai 36 armada pengangkutan sampah. Jumlah ini sangat minim karena seharusnya setiap kelurahan memiliki dua truck angkut sampah atau minimal satu truk.

Oleh karena itu untuk mengatasi sampah di kota Kupang maka akan ditambah lagi dengan dua unit mobil kontener sehingga totalnya ada empat unit.

Guru SD di Nagekeo Ikut Ujian PKP di SMK Negeri 1 Aesesa

Penambahan mobil kontener ini bertujuan untuk membantu operasionalnya 36 unit truck sampah yang usianya sudah tua. Apalagi dengan medan atau kondisi jalan menuju ke TPA yang parah maka truck mengalami kesulitan.

Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup kota Kupang, Yeri Padji Kana, kepada POS-KUPANG.COM, di Kupang, Kamis (28/11/2019), menyebutkan sampai saat ini Kantor Dinas Kebersihan mempunyai 40 kontener ditempatkan di wilayah yang volume sampahnya banyak seperti di jalur Namosain, TDM, BTN, Jalan Nangka dan jalur lainnya agar bisa teratasi.

Di Nagekeo Siswa SMA Negeri I Mauponggo Gunakan HP Kerjakan Soal Ujian Semester, Berikut Liputannya!

Ketika ada kontener maka sampah tinggal digandeng lalu diletakkan kontener baru, dengan itu mudah-mudahan sampah bisa teratasi dan memperkecil persoalan pengangkutan sampah.

Mengatasi masalah sampah, kata Yeri, Dinas Kebersihan Kota dilengkapi 240 tenaga PTT dan 15 orang PNS. Satu armada idealnya lima orang dan tenaga penyapu 73.

"Kami masih kekurangan awak sekitar 20-30 orang dan pasukan bekerja penuh dari Senin sampai Minggu. Karena ada juga pengangkutan dua shift," tuturnya.

Ia juga menjelaskan sedangkan untuk TPS sudah mulai berkurang karena banyak yang diratakan masyarakat yang merasa terganggu dengan aroma sampah tersebut. Jadi saat ini tersisa sekira 180an lebih, dari 51 kelurahan mungkin ada satu kelurahan yang ada empat atau tiga TPS.

Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang berdampak pada volume sampah, dikatakannya, bila dihitung sekira 500 penduduk kota kupang, bila dikalikan dengan 0,5 sampah per orang maka menghasilkan sekira 200 ton per hari yang diangkut ke TPA.

Ia mengutarakan selama ini berbagai kendala dialami. "Bila dirujuk pada Perda dan kalau hanya mengangkut sampah rumah tangga maka persoalan sekarang sampaj diangkut secara tidak terpilah. Bagaimana mengubah cara berpikir masyarakat untuk senantiasa untuk memperlakukan sampah bukan musuh sebagai sesuatu barang yang brnilai ekonomis," terangnya.

Ia mengatakan masyarakat harus bisa memilah. Agar ketika membuang sampah, tidak semua yang diangkut.

Kemudian, sampah ditaruh tidak pada tempatnya. Ada tempat sampah tapi dibuang di luar tempat sampah sehingga akan sulit memperpanjang pekerjaan.

"Bila warga menaati jam buang sampah pada jam 6 sore maka sampah akan terangkut secara baik karena ketika diangkut masih ada sampah yang terlihat jadi terkesan sampah tidak terangkut sehingga estetika kota terkesan masih ada sampah," ujarnya.

Dinas Kebersihan terus melakukan edukasi dan sosiasialisasi kepada masyarakat agar perilaku dan cara berpikir masyarakat semakin baik. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved