BAHAYA, Batu Megalitik dan Batu Balok di Warloka-Labuan Bajo Hilang, Pemerintah Adem

Barang kuno seperti batu megalitik dan batu balok serta guci-guci tua di obyek pariwisata Warloka Labuan Bajo mulai hilang satu per sat

BAHAYA, Batu Megalitik dan Batu Balok di Warloka-Labuan Bajo Hilang, Pemerintah Adem
POS KUPANG/SERVAN MAMMILIANUS
Suasana di pasar barter warloka beberapa waktu lalu. 

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Barang kuno seperti batu megalitik dan batu balok serta guci-guci tua di obyek pariwisata Warloka Labuan Bajo mulai hilang satu per satu.

Selain itu, kondisi umum di obyek pariwisata itu terkesan tidak diperhatikan sama sekali.
Salah satu anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Blasius Janu, membenarkan itu.
Dia mempertanyakan kenapa pemerintah hanya diam dengan kondisi yang memprihatinkan di obyek pariwisata tersebut.

"Batu balok dan barang-barang kuno di obyek wisata Warloka sudah mulai hilang. Kami sangat kecewa. Tolonglah pemerintah perhatikan biar sedikit saja. Obyek pariwisata itu sangat potensial," kata Blasius kepada POS--KUPANG.COM, Kamis (28/11/2019).

Lihat Gol Indah Gelandang Bhayangkara FC Cetak Gol ke Gawang Mantan Klubnyal Arema FC  2-1

Daftar Nama 30 Jenderal dan 41 Perwira Tinggi yang Dimutasi Panglima TNI Hadi Tjahjanto

Selain batu megalitik dan batu balok, pasar barter di Warloka juga masih bertahan sampai sekarang.
"Tetapi sayang, nasib pasar barter juga tidak diperhatikan sama sekali oleh pemerintah. Padahal kalau ditata dengan baik pasti sangat berdampak baik bagi masyarakat," kata Blasius.

Batu balok juga kata dia ada di beberapa tempat lain di Mabar yang butuh perhatian.
"Pemerintah diharapkan membuat tim yang melibatkan perguruan tinggi seperti UGM. Untuk melakukan penelitian di Warloka terkait peninggalan kapal Hongkong dan Cina yang konon pernah ada di sana," kata Blasius.
Menurutnya, banyak peninggalan kuno di Warloka yang bisa diteliti.

Lelaki Ini Sanggup Bunuh 7.000 Orang, 3 Menit Lakukan 1 Pembunuhan, Kronologis Info

Pasar barter di Manggarai Barat
Pasar barter di Manggarai Barat (POS KUPANG/SERVANTINUS MAMMILIANUS)

"Kami kecewa karena obyek pariwisata di Warloka sudah dilupakan dan tidak pernah diperhatikan sejak sepuluh tahun lalu," kata Blasius.

Persela Lamongan Mampu Redam Tim Tamu Borneo FC Skor 2-1, Lihat Permainan Cantik Tim

Pelatih Macan Kemayoran Waspadai Bangkitnya Mutiara Hitam saat Persija Jakarta Bentrok Persipura

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Mabar, Gusti Rinus, belum merespon saat dikonfirmasi persoalan itu lewat WA.(LAPORAN REPORTER POS--KUPANG.COM, SERVATINUS MAMMILIANUS).

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved