Save The Children Terpilih Sebagai Ketua Presidium, Perjuangan Menghapuskan Kekerasan Terhadap Anak.

Save The Children mengadakan pertemuan untuk pembentukan Aliansi Penghapusan Kekerasan Anak Nusa Tenggara Timur

Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/PUTRI AZALIA
Save The Children mengadakan pertemuan untuk pembentukan Aliansi Penghapusan Kekerasan Anak Nusa Tenggara Timur yang dilaksanakan tanggal 4 September 2019 di Hotel On The Rock Kupang. 

Save The Children Terpilih Sebagai Ketua Presidium, perjuangan menghapuskan kekerasan terhadap anak.

POS-KUPANG.COM--Atas keprihatinan terhadap meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak di provinsi NTT, lembaga Save The Children mengadakan pertemuan untuk pembentukan Aliansi Penghapusan Kekerasan Anak Nusa Tenggara Timur yang dilaksanakan tanggal 4 September 2019 di Hotel On The Rock Kupang.

Pertemuan ini dihadiri oleh kurang lebih 20 lembaga untuk memilih dan mengatur struktur kelembagaan aliansi, dan mengatur bidang-bidang garapan tiap aliansi.

"Hari ini kita sudah menyusun kelembagaan aliansi, yang mana terlibat didalamnya ada 27 organisasi masyarakat sipil," terang Benyamin Leu selaku Advokasi Koordinator Yayasan Save The Children

Untuk Presedium sendiri, terdiri dari 5 LSM yaitu Save The Children, Wahana Visi Indonesia, Sinode GMIT dan Lembaga Perlindungan Anak NTT. Dan untuk pertama kali, Save The Children dipilih menjadi ketua Presidium. "Dan ini rencananya akan tiap tahun kita gilir, sehingga masing-masing kita nendapat kesempatan yang sama." ujarnya.

Untuk penyusunan program, dibutuhkan konsultasi dengan lembaga masing-masing. Maka minggu kedua Januari akan diadakan lagi pertemuan untuk membahas program. "Rencana kita memang tahun 2020 atau Februari akan diadakan launching secara publik terkait keberadaan aliansi ini."

Selain dari penyusunan program, menjelang deklarasi akan diadakan juga policy brief. "Kita akan roadshow ke media-media, dan akan audiensi ke DPR, ke Pemerintah Daerah, terkait politik anggaran perlindungan anak di NTT"

Semangat yang menyatukan lembaga-lembaga ini untuk membentuk aliansi adalah semangat dan motivasi yang sama untuk melindungi anak dari kekerasan.

Berdasarkan data dari unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) ada 34 kasus yanh dilaporkan pada 2017, sedangkan tahun 2018 sampai bulan agustus saja ada 29 kasus.

"Selama ini berbagai lembaga juga sudah melakukan berbagai upaya dan gerakan tetapi secara parsial, dorongan itulah yang membuat teman-teman ini berkumpul dalam aliansi. Sehingga dengan bergerak bersama-sama daya dorongnya juga semakin kuat" ujarnya.

Lembaga Save The Children secara global didirikan sejak 1919 dan genap berusia 100 tahun pada 2019 ini. Masuk ke Indonesia sejak 1976 dan ke NTT sejak tahun 1999 untuk menangani tanggap darurat pengungsian Timor Leste pada waktu itu.

I Gede Sucitra Sebut Air PDAM Di Liliba Berwarna Kuning

Ingat Video Porno Cut Tari dan Ariel NOAH? Sedih Tak Diakui dan Mengaku Tak Dikenali Eks Luna Maya

Sampai saat ini Save The Children bekerja di 4 Kabupaten Yaitu Belu, Kupang, Sumba Barat dan Sumba Tengah. Untuk Kabupaten Kupang sendiri Save The Children mengadakan 2 program yaitu Program Membaca yang khusus literasi dan School For Change yang menjadi dasar dilaksanakannya kegiatan ini.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Putri Azalia)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved