Kepsek SMA Swasta Marapati Sumba Barat Daya Akui Tak Miliki Komputer Memadai Dukung UNBK

komputer ataupun labtop untuk mendukung penyelenggaraan ujian nasional berbasis komputer.

Kepsek SMA Swasta Marapati Sumba Barat Daya Akui Tak Miliki Komputer Memadai Dukung UNBK
POS KUPANG/PETRUS PITER
Kepsek SMA Marapati, SBD, Rafael Djapaole

Kepsek SMA Swasta Marapati Sumba Barat Daya Akui Tak Miliki Komputer Memadai Dukung UNBK

POS-KUPANG.COM|TAMBOLAKA--Kepala sekolah SMA Swasta Marapati, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Rafael Djapaole mengaku mengalami kendala dalam hal menyediakan komputer ataupun labtop untuk mendukung penyelenggaraan ujian nasional berbasis komputer.

Saat ini, komputer yang tersedia hanya 20 unit dan tersimpan disalah satu ruang kelas. Hal itu terjadi karena tidak memiliki dana untuk pengadaan komputer itu.

Namun demikian, pihaknya tetap berupaya menjalankan UNBK karena sudah menjadi keputusan pemerintah pusat dan wajib dilaksanakan di seluruh indonesia.

Untuk itu, selaku kepala sekolah telah mengundang orang tua siswa siswi membicarakan hal itu secara bersama-sama mengatasi kondisi itu.

Pertemuan itu bersepakat mensukseskan UNBK tahun ajaran 2019/2020 dengan bersama-sama mengadakan genset seharga Rp 15 juta, server Rp 13,5 juta. Dan untuk pengadaan komputer menyepakati setiap siswa menyetor uang Rp 100.000 untuk pembelian tambahan komputer hingga memenuhi kebutuhan ideal.

Kepala sekolah SMA Swasta Marapati di Kecamayan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Rafael Djapaole ditemui pos kupang.com diselah-selah acara sosialisasi empat pilar kebangsaan indonesia di kafe and resto Roo Luwa di Tambolaka, Sumba Barat Daya, Selasa (26/11/2019).

Menurutnya, pemerintah pusat mestinya memperhatikan keseluruhan kondisi sekolah di seluruh indonesia sebelum memutuskan mewajibkan seluruh sekolah melaksanakan UNBK.

Persib Bandung Target 5 Besar di AKhir Musim Liga 1 2019, Ini Kata Supardi, Kapten Maung Bandung

Pemkab Sumba Timur Alokasikan Rp 4 Miliar Untuk Perbaiki Jalan Kawangu-Tanara

Hal itu karena masih banyak sekolah belum memiliki fasilitas komputer memadai, jaringan internet dan jaringan listrik belum tersedia dengan baik. (Laporan Reporter POS-KUPANHLG.COM, Petrus Piter)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved