Selasa, 26 Mei 2026

Kota Nyonya Sumber Air Bersih Saat Kemarau

Warga Nun Baun Delha mengambil air di mata air Kota Nyonya karena kesulitan air bersih saat musim kemarau

Tayang:
Editor: Hermina Pello
POS-KUPANG.COM/VINCEN HULER
Mata air Kota Nyonya yang menjadi sumber air bagi warga NBD, Kota Kupang 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Sore itu, Rabu (20/11/2019), beberapa warga dari dari RT 24/4 Kelurahan Nun Baun Delha (NBD) berjalan kaki sambil membawa jeriken bekas.

Tidak hanya orang dewasa tapi anak-anakpun membawa jeriken bekas yang digantung di sebilah kayu yang disebut lalepak, dimana kayu tersebut ditaruh di atas pundak mereka dan diujung kayu ada jeriken yang digantung.

Ada juga yang memegang beberapa jeriken yang diikat dengan seutas tali. Diantara warga tersebut, ada yang bernama Yuli Liubana. Yuli, ibu rumah tangga bersama rombongan warga lainnya harus berjalan sekitar 500 meter.

Warga NBD yang mengalami kesulitan air bersih membawa jeriken untuk mengambil air di mata air Kota Nyonya
Warga NBD yang mengalami kesulitan air bersih membawa jeriken untuk mengambil air di mata air Kota Nyonya (POS-KUPANG.COM/VINCEN HULER)

Ada juga warga lainnya yang bernama Imanuel Liubana;
Mereka berjalan menuju tempat yang disebut Kota Nyonya, yang menjadi sumber air bagi warga setempat.

Intan Bilang Tidak Ada Perlindungan Hukum, Kekuatiran Pengelola Pengadaan Barang

Yayasan TLM Harus Kuasai Teknologi Bila Mau Bertahan

Meski harus melalui jalan yang berbatu karang dan tidak rata yang berpotensi membuat mereka jatuh, tapi warga ini tidak patah semangat. Saat menuju ke sumber mata air ini, mereka melalui jalan menurun, dan saat kembali, mereka harus berjalan mendaki sambil membawa jeriken berisi air.

Mata air Kota Nyonya ini menjadi solusi alternatif saat musim kemarau. Dengan tiga sumber mata air yang dimiliki, warga setempat bisa memenuhi kebutuhan mereka untuk memasak, mencuci, mandi dan lainnya.

Warga NBD membawa air di jeriken dari mata air Kota Nyonya
Warga NBD membawa air di jeriken dari mata air Kota Nyonya (POS-KUPANG.COM/VINCEN HULER)

Warga tidak membeli air dari mobil tangki yang dijual dengan harga Rp 75 ribu/tangki.

" Tempat ini sejuk, airnya juga segar. Kalau diminum mentah tidak asin, beda dengan air dari mobil tangki," ujar Yuli Liubana.

Pantauan Pos-Kupang.com,  Kota Nyoya merupakan proyek bantuan bersubsidi pada tahun 1992 -1993, peletak batu pertama lurah Manutapen Pada tanggal 10 Juli 1993 -30 Juli 1993 hanya itu sekelumit jejak-jejak yang dapat ditelusuri di Kota Nyonya selain bebatuan padas.

Menurut warga lainnya, Boni Liubana, daerah tersebut juga menjadi destinasi, dimana kadang kala ada anggota TNI yang bersepeda melalui lereng tersebut atau duduk di tempat duduk alam

Setelah selesai menampung air ke dalam jeriken yang dibawa, ada warga yang mandi. Usai mandi, Yuli Liubana, Charles Naat, Yuliani Nubatonis, Martinus Liubana, Nelci Liubana, Agus Liunome dan Neni Benu berjalan menanjak melalui jalan yang berbatu  kembali ke rumah mereka masing-masing. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Vincen Huler)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved