Ini Komentar Kaum Millenial di Kota Kupang Saat Mendaftar Jadi PNS

Saat ini proses pendaftaran tengah berlangsung terhitung sejak 14 November dan berakhir pada 24 November 2019.

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
Pos Kupang/Hermina Pello
Kepala BPBD Kota Kupang, Ade Manafe 

Ini Komentar Kaum Millenial di Kota Kupang Saat Mendaftar Jadi PNS

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pemerintah kembali membuka pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS. Saat ini proses pendaftaran tengah berlangsung terhitung sejak 14 November dan berakhir pada 24 November 2019.

Jumlah Formasi CPNS untuk Kota Kupang tahun 2019 mencapai 262 orang. Jumlah ini lebih sedikit dari yang diusulkan oleh Pemerintah Kota Kupang.

Ade Manafe, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Kupang beberapa waktu lalu kepada POS-KUPANG.COM mengatakan, dari 262 formasi, terbanyak untuk tenaga pendidik, yakni 188 orang, tenaga kesehatan 56 orang dan tenaga teknis (pamong belajar) 2 orang.

Dikatakannya, jumlah formasi CPNS yang diusulkan Pemerintah Kota Kupang mencapai 279 atau lebih banyak 17 formasi dari yang ditetapkan oleh Menteri Pendayaguna Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Minat masyarakat Kota Kupang masih cukup tinggi. Terpantau, di Kantor Dukcapil Kota Kupang, dalam dua hari ini, 19-20 November 2019, banyak CPNS berdesakan untuk mengurus berkas pendaftaran CPNS.

"Saya sudah lama menganggur, sejak 2016, ada kesempatan CPNS, jadi mau daftar," ungkap Dino.

Sejumlah CPNS kepada POS-KUPANG.COM mengaku mereka hanya ingin mendapat pekerjaan. Bagi mereka menjadi PNS menjanjikan dari segi pendapatan, karena pasti terima gaji setiap bulan.

Namun, ternyata tidak semua warga tertarik menjadi PNS, terutama kaum milenial. Andry, salah satu mahasiswa di Kota Kupang mengatakan, era digital saat ini membuka banyak kesempatan bagi banyak orang untuk bisa bekerja dan menghasilkan uang.

"Saya secara pribadi tidak begitu tertarik, jadi PNS, walaupun saya mahasiswa saya tidak hanya belajar materi kuliah saja, banyak hal yang saya pelajari untuk bisa menghasilkan sesuatu, misalnya bisnis online dan lain-lain," kata dia.

Odilia Putri, mahasiswi semester akhir di salah satu universitas di Kota Kupang mengatakan, dirinya lebih memilih menjadi wira swasta. Menurutnya, memenej pekerjaan atau usaha sendiri lebih menyenangkan ketimbang berada di bawah perintah atau tekanan orang lain.

Sementara itu, Yoki, mengatakan, menjadi PNS tidak begitu menyenangkan, terutama dari segi relasi dan hari tua.

"PNS bisa pensiun, kalau wira swasta kita bisa menekuni usaha kita sampai tua. Dari hal relasi, PNS menurut saya pergaulan dengan orang tertentu saja dan sangat tunduk pada atasan," ungkapnya.

Yoki katakan, ia lebih suka bekerja bebas tanpa tekanan, sehingga ia bisa kreatif dan bisa mengoptimalkan kemampuan dan keterampilan yang ia miliki.

Menurutnya, menjadi PNS harus lahir dari sikap hati untuk mengabdi, jika tidak seseorang akan sulit beradaptasi.

"Yah kalau saya, saya pahami karakter dan kepribadian saya seperti apa, bekerja di bawah perintah dan kendali orang lain, sulit bagi saya. Saya lebih suka menikmati apa yang saya kerjakan sendiri dan apa yang saya rencanakan," ungkap Yoki.

Lasarus Jehamat, Sosiolog Universitas Nusa Cendana (Undana), mengatakan dari hasil bacaannya, kaum milenial lebih memilih untuk menunggu dan menanti peluang lain ketimbang mendaftar CPNS.

Sikap Dul Saat Rayakan Ultah Ahmad Dhani & Irwan Mussry Jadi Sorotan, Maia Estianty Posting ini

Anda Vegetarian? Kenali 10 Sumber Protein Terbaik Agar Sehat dan Umur Panjang

Menurutnya, dalam banyak kasus, kaum milenial lebih sering menggagas bisnis sendiri. Dan riset Kompas secara nasional, kata dia, menyebutkan 60-an persen kaum milenial lebih memilih pekerjaannya menurut keinginannya. "Pilihan itu ya bisnis dalam jaringan (online)," kata Lasarus.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved