Ewalde Taek Soroti Program Seragam Gratis Pemkot Kupang

Anggota DPRD Kota Kupang Theodora Ewalde Taek soroti program seragam gratis Pemkot Kupang

Ewalde Taek Soroti Program Seragam Gratis Pemkot Kupang
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI.
Theodora Ewalde Taek anggota DPRD Kota Kupang/Ketua Fraksi PKB di saat rapat Paripurna di DPRD Kota Kupang, Kamis (19/11/2019). 

Anggota DPRD Kota Kupang Theodora Ewalde Taek soroti program seragam gratis Pemkot Kupang

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Anggota Komisi IV DPRD Kota Kupang, Theodora Ewalde Taek menyoroti program seragam gratis Pemerintah Kota Kupang. Ketua Fraksi PKB ini menilai program seragam gratis tidak menjawab standar pendidikan nasional.

Hal itu dikatakan Ewalde kepada POS-KUPANG.COM, usai mengikuti rapat Paripurna di DPRD Kota Kupang, Kamis (20/11/2019).

Sejak Dibuka, Pelamar CPNS Capai 2.000 Orang, Ini Penjelasan Sekda NTT Ben Polo Maing

Untuk diketahui program seragam gratis tersebut menyasar 58.459 siswa-siswi TK, SD dan SMP di Kota Kupang, diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore pada Rabu (19/6/2019) di Kantor Dinas Pendidikan Kota Kupang.

Menurut Ewalde, program seragam gratis Pemkot Kupang dari sisi standar nasional pendidikan yakni tenaga kependidikan, standar kompetensi, sarana dan prasarana, tidak ada kewajiban pemerintah untuk mengadakan seragam gratis.

Perahu Nelayan dan Kapal Tongkang Diminta Waspada di Perairan Sumba, Prakiraan BMKG

"Yang harus lebih diperhatikan dan wajib yakni bagaimana pemerintah memenuhi standar pendidikan nasional, sedangkan untuk program seragam gratis itu tidak ada kewajiban pemerintah mengganggarkannya," tegas Ewalde.

Ewalde katakan, ia tidak sedang berusaha mengagalkan keinginan pemerintah, tetapi menurutnya program seragam gratis tersebut tidak subtantif. Selain itu, Ewalde katakan, ia fokus pada apa yang menjadi visi dan misi masa kepemimpinan Jefri Riwu Kore dan Herman Man, misalnya, soal peningkatan infrastruktur dan sumber daya manusia.

Ditegaskan, dalam kaitan dengan upaya peningkatan sumber daya manusia, program seragam gratis tersebut tidak memberi kontribusi apapun untuk meningkatkan sumber daya manusia.

"Kita ingin anggaran untuk program seragam gratis yang sudah dilakukan itu selayaknya diperuntukan bagi tenaga guru honorer yang gajinya berkisar 150 hingga 350 ribu," ungkapnya.

Selain itu, kata Ewalde, amanat Perdana Nomor 7 Tahun 2016, palu sudah diketuk penyelenggaraan pendidikan yang insentifnya untuk tenaga guru yang honor ditambah 500 ribu per bulan karena hal itu berkontribusi langsung dengan peningkatan sumber daya manusia.

Halaman
123
Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved