Dewan Desak Inspektorat Kupang Selidiki Persoalan Rekening Giro Milik PDAM

, maka tidak ada pilihan lain melaporkan ke aparat penegak hukum dengan memegang prinsip pra duga tak bersalah.

Dewan Desak Inspektorat Kupang Selidiki Persoalan Rekening Giro Milik PDAM
KOMPAS.com/Dok. HaloMoney.co.id
Ilustrasi uang 

Dewan Desak Inspektorat Kupang Selidiki Persoalan Rekening Giro Milik PDAM

POS KUPANG.COM I OELAMASI--Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kupang, Desi Ballo Foeh, angkat bicara terkait persoalan  rekening Giro sebesar Rp 296 atau Rp 300 Juta Milik PDAM Kabupaten Kupang yang diduga raib.

Tim Inspektorat Kabupaten Kupang harus turun melakukan penyelidikan awal, apa penyebab utamanya. Apabila ada indikasi merugikan keuangan daerah maka diteruskan ke penegak hukum untuk ditindaklanjuti.

Politisi PDIP yang juga Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kupang ini kepada POS KUPANG.COM, Kamis (21/11/2019) mengatakan, dirinya belum mengetahui secara jelas, apa persoalan utamanya soal rekening Giro milik PDAM Kabupaten Kupang itu.

Bahwa ada persoalan mengenai dana rekening giro milik PDAM yang ada di Bank Mandiri, kata Desi, maka langkah awal adalah Pemkab Kupang harus menurunkan tim Inspektorat.

"Kita belum tahu proses awalnya sampai terjadi demikian. Inspektorat supaya selidiki lebih dahulu, apakah ada dugaan merugikan keuangan daerah atau tidak," jelasnya.

Apabila ada indikasi, lanjut Desi, maka tidak ada pilihan lain melaporkan ke aparat penegak hukum dengan memegang prinsip pra duga tak bersalah.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dana rekening Giro PDAM Kabupaten Kupang sekitar Rp 296 juta atau Rp 300-an juta diduga raib.

Belum dipastikan raib kemana dan siapa yang mengambil dana tersebut.

Hal ini dikemukakan Plt Kasubag Advokasi dan Penertiban, Timotius Feoh saat menggelar jumpa pers di Kupang,  Senin (18/11/2019).

Menurut Timotius Feoh,  Persoalan ini awal mulanya ketika Bendahara Bagias Kas dan Pendapatan  hendak melakukan transfer uang dari rekening Bank Mandiri ke rekening Bank NTT di Oelamasi.

10 Saksi Disiapkan Kajari Maumere ke Persidangan Tipikor Kades Dobo

Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun, Kabar Duka dari Keluarga Besar Muhammadiyah, Prof Bahtiar Wafat

Dia tahu bahwa dananya sekitar Rp. 682.24.415, 00.- ( Enam   Ratus Delapan Puluh Dua Juta, Dua Puluh Empat Ribu Empat Ratus, Lima Belas Rupiah). Ternyata ketika dilakukan pengecekan dan mau mengambil uang  sebesar Rp.650 juta yang dibuat Direktur, ternyata  dananya kurang.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved