Ceramah Ustadz Abdul Somad di KPK Berbuntut Panjang,Pimpinan KPK Kebakaran Jenggot,Periksa Anak Buah

Ceramah Ustadz Abdul Somad di KPK Berbuntut Panjang, Pimpinan KPK Kebakaran Jenggot, Periksa Anak Buah

Editor: Bebet I Hidayat
Instagram @ustadzabdulsomad_official
Ceramah Ustadz Abdul Somad di KPK Berbuntut Panjang, Pimpinan KPK Kebakaran Jenggot, Periksa Anak Buah 

Ceramah Ustadz Abdul Somad di KPK Berbuntut Panjang, Pimpinan KPK Kebakaran Jenggot, Periksa Anak Buah

POS-KUPANG.COM - Kehadiran Ustadz Abdul Somad atau UAS di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) untuk memberikan ceramah, berbuntut panjang.

Kehadiran Ustadz Abdul Somad ini ternyata membuat pimpinan KPK kalang kabut.

Buntutnya, Ketua KPK Agus Rahardjo bakal memeriksa anak buahnya yang mengundang Ustadz Abdul Somad.

Ya Agus Rahardjo mengaku akan memeriksa sejumlah pegawai KPK yang berperan sebagai inisiator mendatangkan UAS.

Sebab diungkapkannya, keputusan pegawai KPK yang mengundang Ustadz Abdul Somad ( UAS ) untuk mengisi kajian setelah salat dzuhur pada Selasa (19/11/2019) lalu itu tanpa persetujuannya.

"Ya itu nanti kepada pegawainya kita periksa," ujar Agus Rahardjo.

Ustadz Abdul Somad Diberhentikan dari Dosen PNS, UAS: Tenang Aja Jabatan Harta & Dunia Hanya Titipan

Ustadz Abdul Somad Anjurkan Minum Jus Timun, Ternyata Ini Manfaat dan Khasiat Mentimun

Ia mengatakan, inisiator pegawai yang mengundang UAS alias Ustadz Abdul Somad bukan berasal dari Wadah Pegawai (WP) KPK.

Usulan tersebut katanya berasal dari Badan Amal Islam KPK (BAIK).

Pada malam sebelum pelaksanaan kajian Ustadz Abdul Somad ( UAS ), pihaknya sudah berusaha mencegah niat pegawai KPK untuk mendatangkan UAS.

Agus mengatakan, usaha pencegahan tersebut bukan soal kapasitas Ustadz Abdul Somad ( UAS ).

Melainkan track record Ustadz Abdul Somad ( UAS ) yang sempat menuai kontroversi dalam pengkajian di sejumlah wilayah.

"Kami mengharapkan kalau yang khotbah di KPK itu orang yang inklusif, orang yang tidak berpihak pada aliran tertentu. Harapan kita semuanya begitu," katanya.

Jaga Amanah

Dalam tausiahnya, Ustadz Abdul Somad ( UAS ) meminta lima komisioner KPK periode 2019-2023 menjaga amanah rakyat dalam upaya pemberantasan korupsi.

Kelima komisioner tersebut antara lain, Firli Bahuri, Lili Pintauli Siregar, Nurul Ghufron, Nawawi Pamolango, dan Alexander Marwata.

Kelimanya akan dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada bulan Desember 2019 mendatang.

"Siapapun nanti yang diberi amanah, siapapun dia, negeri kita akan tetap aman dan damai kalau dilaksanakan dengan amanah. Dan amanah itu akan ditanya oleh Allah siapapun tetap takut pada tuhan," ucap Ustaz Abdul Somad.

UAS atau Ustadz Abdul Somad menjelaskan maksud kedatangannya ke KPK adalah untuk memberi kajian dalam rangka penguatan mental untuk para pegawai KPK.

"Tentang integritas, bagaimana dalam islam kita diajarkan sebesar biji sawi. Pun kecurangan akan dituntut di hadapan Allah," papar Ustadz Abdul Somad ( UAS ).

"Saya bercerita bagaimana dalam islam diajarkan kita tidak bergerak, padahal bergerak itu boleh, pada puasa kita tidak makan, padahal makanan itu halal," tambahnya.

Isi Ceramah Ustadz Abdul Somad ( UAS )

Ya Ustadz Abdul Somad atau yang akrab disapa UAS meminta lima komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2019-2023 menjaga amanah rakyat dalam upaya pemberantasan korupsi.

Hal itu diucapkan Ustadz Abdul Somad ( UAS ) ketika bertandang ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (19/11/2019) siang kemarin.

Diketahui, Firli Bahuri, Lili Pintauli Siregar, Nurul Ghufron, Nawawi Pamolango, dan Alexander Marwata akan dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) Desember 2019.

"Siapapun nanti yang diberi amanah, siapapun dia, negeri kita akan tetap aman dan damai kalau dilaksanakan dengan amanah. Dan amanah itu akan ditanya oleh Allah siapapun tetap takut pada tuhan," ucap Ustaz Abdul Somad.

Lalu Ustadz Abdul Somad ( UAS ) menjelaskan maksud kedatangannya ke KPK adalah untuk memberi kajian dalam rangka penguatan mental untuk para pegawai KPK.

"Tentang integritas, bagaimana dalam islam kita diajarkan sebesar biji sawi. Pun kecurangan akan dituntut di hadapan Allah. Saya bercerita bagaimana dalam islam diajarkan kita tidak bergerak, padahal bergerak itu boleh, pada puasa kita tidak makan, padahal makanan itu halal," tuturnya.

"Karena hanya mendidik kita. Tidak ada gunakanya ibadah kalau kita aniaya orang, kita makan haram, doa tidak dikabulkan Allah. Hanya terkait hubungan kita dengan Allah habluminallah dan habluminanas," sambung Ustadz Abdul Somad ( UAS ).

Kemudian Ustadz Abdul Somad ( UAS ) juga tak lupa memberikan dukungan moral untuk pimpinan KPK 2015-2019.

Katanya, perbuatan rasuah mesti diberantas sampai ke akar. Karena perilaku korup tidak sejalan dengan ajaran agama islam.

"Islam mengatakan tidak kepada khamar, tidak pada narkoba, tidak pada sogok, tidak pada rasuah. Maka mesti ada kekuatan dalam batin kita mendekat diri ke Allah," kata Ustaz Abdul Somad.

Sebelum ke KPK, katanya, ia sudah berkunjung ke dua instansi, yaitu kantor Direktorat Keuangan TNI dan ke kantor BUMN Dinas Kementerian Badan Pertanahan.

"Kalau di TNI ada Bintal, dan di kantor-kantor ada penguatan sesuai agama masing-masing. Maka di KPK ada tausiah, ada pengajian menguatkan keyakinan apa yang kita lakukan adalah ibadah," ujarnya.

"Dan mudah-mudah sahabat juga yang menyebarkan berita kebaikan dan kebenaran itu juga bagian dari ibadah dari kawan pers. Dengan menebarkan kebaikan negeri kita tetap menjadi NKRI yang baldatun toyibatun warofun ghofur," kata UAS yang disambut teriakan "Amin..." oleh seluruh pewarta KPK.

Ceramah Ustadz Abdul Somad di KPK Berbuntut Panjang, Pimpinan KPK Kebakaran Jenggot, Periksa Anak Buah
 

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Larang UAS Ceramah di KPK, Ketua KPK Agus Rahardjo Bakal Periksa Anak Buah yang Undang UAS Ceramah

 
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved