NTT Mendapat Kiriman Jenazah TKI ke-105 Hingga November 2019

Pada hari ini Rabu (20/11/2019), Provinsi NTT kembali akan mendapat kiriman jenazah TKI bernama Fabianus Mbele, warga asal Ende

Penulis: Agustinus Sape | Editor: Agustinus Sape
POS-KUPANG.COM/Laus Markus Goti
Pendeta Emy, pihak BP3TKI dan Ketua JPIC Serikat PI Kupang, Suster Laurentina mendoakan jenazah TKI, Bartolomeus Ngaji di Bandara El Tari Kupang, Senin (25/3/2019). 

NTT Mendapat Kiriman Jenazah TKI ke 105 Hingga November 2019

POS-KUPANG.COM - Kasus meninggalnya para tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Provinsi NTT di luar negeri tak kunjung berhenti, bahkan cenderung meningkat.

Pada hari ini Rabu (20/11/2019), Provinsi NTT kembali akan mendapat kiriman jenazah TKI bernama Fabianus Mbele, warga asal Jl. Basuki Rahmat RT 01/RW 03 Paupire, Kota Ende Flores Provinsi NTT.

Hal ini disampaikan Direktur Lembaga Hukum dan HAM PADMA Indonesia (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia), Gabriel Goa, melalui WhatsApp kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (19/11/2019).

"Selamat malam teman-teman. Besok siang akan tiba jenazah PMI (Pekerja Migran Indonesia - sebutan lain untuk TKI) atas nama Fabianus Mbele dengan alamat Jl Basuki Rahmat dengan alamat Jl Basuki Rahmat RT 01/ RW 03 Paupire Ende dengan pesawat GA 438 jam 12.50 Wita. Salam Solidaritas," tulis Gabriel Sola.

Namun, Gabriel Sola belum memberitahukan apakah Fabianus Mbele adalah TKI yang bekerja di Malaysia atau tempat lainnya. Dia hanya mengatakan bahwa Fabianus Mbele merupakan jenazah TKI yang ke-105 asal NTT selama tahun 2019, sama dengan jumlah total jenazah PMI pada tahun 2018.

Namun, dia tidak merinci identitas jenazah-jenazah yang diterima Provinsi NTT tersebut,

Dengan jumlah tersebut, berarti dalam kurun waktu satu bulan saja NTT sudah mendapat kiriman jenazah TKI sebanyak 15 orang.

Sebab, beradarkan berita POS-KUPANG.COM, sampai dengan 1 Oktober 2019, NTT sudah mendapat kiriman jenazah TKI sebanyak 87 orang sejak Januari 2019.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Kupang Timoteus K. Suban, pada saat  menjemput jenazah seorang ibu tiga anak, Taroci Sila, asal Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan ( TTS). di Bandara El Tari Kupang.

"Sejauah ini jenazah yang kami terima sudah 87 jenazah. Dari 87 itu, hanya satu yang legal, yang lain, ilegal. Kita tentunya berupaya mengedukasi dan sosialisasi ke masyarakat. Kalau mereka ilegal maka kita akan kesulitan memberikan perlindungan kepada mereka," ujar Timoteus K. Suban.

Sementara itu, Ketua JPIC Serikat PI Kupang, Suster Laurentina, mengatakan, ia prihatin, masih banyak warga NTT yang berangkat bekerja di luar negeri secara ilegal.

Menurutnya, tokoh-tokoh agama dan pemerintah sampai ke tingkat RT harus gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

"Ya, ini butuh semua pihak harus bergerak dan Satgas TKI harus bekerja secara maksimal. Tidak bisa kalau satu pihak saja yang bergerak butuh keterlibatan dan partisipasi aktif dari setiap elemen," ungkapnya.

Jenazah Taroci tiba di Bandara El Tari Kupang, Selasa (1/10/2019) didampingi putra sulungnya yang masih remaja dan disambut isak tangis sanak keluarga. Sementara suami dan dua anak Taroci masih berada di Malaysia.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved