Pilkada 2020 - Ahmad Atang : Calon Incumbent Miliki Modal Sosial

Dalam Pilkada 2020 - Kata Ahmad Atang Calon Incumbent memiliki modal sosial

Pilkada 2020 - Ahmad Atang : Calon Incumbent Miliki Modal Sosial
Dok
Drs. Ahmad Atang, M.Si

Dalam Pilkada 2020 - Kata Ahmad Atang Calon Incumbent memiliki modal sosial

POS-KUPANG.COM |KUPANG - Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ahmad Atang, M.Si mengatakan, dalam Pilkada 2020, calon incumbent memiliki modal sosial yang tinggi di masyarakat. Jika modal sosial ini dikelola secara baik, maka tidak menutup kemungkinan akan memperkuat dukungan masyarakat dalam memengkan pertarungan.

Ahmad menyampaikan hal ini, Senin (18/11/2019). Menurut Ahmad, kelebihan calon incumbent adalah telah memiliki modal sosial di masyarakat, sehingga apabila modal ini dikelola secara baik maka kemungkinan dapat memperkuat dukungan masyarakat dalam memengkan pertarungan pilkada 2020.

Mario Despito, Pelajar Kedua dan Kasus ke-16 Gantung Diri di Sikka

Dijelaskan, calon incumbent tentu akan menjual capaian selama menjadi menjabat, sedangkan lawan akan membangun antitesis terhadap capaian sehingga jualannya adalah membangun program tandingan dan menyerang kelemahan incumbent.

Dikatakan, pelaksanaan Pilkada serentak 2020 di NTT membuka ruang terjadinya kompetitor antara incumbent melawan pendatang baru. Di beberapa daerah masih muncul calon incumbent sebagaimana terdapat di Kabupaten manggarai dan Kabupaten Sumba Barat.

Anggota DPRD TTS Hendrik Babys: Mantan Bupati TTS, Chornelis Tapatab Pemimpin Merakyat

"Secara normatif pasangan calon yang maju tentu memiliki peluang yang sama untuk memenangkan pertarungan, tergantung marketing politik atau isu yang mau dijual untuk meyakinkan pemilih," katanya.

Ahmad mengatakan, sungguhpun begitu, calon incumbent harus mewaspadai persepsi publik terhadap capaian pembangunan yang tentu tidak selalu memuaskan semua orang atau masyarakat.

Oleh karena itu, lanjutnya, calon incumbent khususnya di Kabupaten Manggarai dan Sumba Barat selama lima tahun menjabat dinamika pembangunan lokal cukup menonjol sehingga hal ini memberikan catatan tersendiri bagi publik di dua kabupaten ini.

"Hanya saja perlu dijaga penggerusan suara jika lawan mengeksploitasi kelemahan sebagai sebuah kegagalan. Jika calon incumbent masih bersama untuk periode kedua, maka soliditas publik relatif terjaga tapi kalau terjadi pecah kongsi bisa terjadi bias politik," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved