Ini Pandangan Psikolog Unipa Tentang 16 Kasus Tewas Gantung Diri di Sikka

Ini pandangan Psikolog Unipa Maumere tentang 16 kasus tewas gantung diri di Sikka

Ini Pandangan Psikolog Unipa Tentang 16 Kasus Tewas Gantung Diri di Sikka
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Kanit Identifikasi Polres Sikka, Aipda David Daud Jeradu mengamati lokasi bunuh diri, Senin (18/11/2019) dini hari di Dusun Tour Orin Bao, Desa Nita, 10 Km arah barat Kota Mau Kota Maumere, Pulau Flores.

Ini pandangan Psikolog Unipa Maumere tentang 16 kasus tewas gantung diri di Sikka

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Pengajar Psikologi Universitas Nusa Nipa ( Unipa) Maumere, Maria Nona Nancy, prihatin trend bunuh diri di Kabupaten Sikka, Pulau Flores. Sampai bulan ke-11, Senin (18/11/2019) tercatat 16 kasus kematian gantung diri.

Hari Senin dini hari, Emanuel Elfrando Mario Despito (15), ditemukan gantung diri di rumahnya di Dusun Tour Orin Bao, Desa Nita, Kecamatan Nita.

Perkembangan Kesehatan Pilot Batik Air, Pihak Maskapai Pastikan Belum Bisa Bertugas

Menurut Nona Nancy, motivasi bunuh diri kaum remaja agak berbeda dari kaum dewasa pada umumnya. Krisis eksistensi menjadi masalah kompleks pada remaja. Tidak semua remaja mempunyai penerimaan diri yang baik terhadap masalah.

"Pada kasus kematian di Nita, kita belum tahu penyebabnya. Yang dikhawatirkan perilaku menyakiti diri sendiri menjadi ajang mencari perhatian bukan `depresi' yang menjadi penyebabnya," kata Nona Nancy, kepada pos-kupang.com, Senin (18/11/2019).

Soal Niga-Toni Jilid II, Wakil Bupati Sumba Barat Marthen Ngailu: Tanyakan Langsung ke Bupati

Ini bisa terjadi karena remaja yang memiliki kecendrungan untuk mencari perhatian terhadap masalah.

Namun secara umum, motif bunuh diri di kalangan dewasa dan remaja, kata Nona Nancy, tak jauh berbeda. Ketahanan mental tergantung pengalaman psikologis dan latihan mental sejak usia dini.

"Jika banyak mengalami emosi negatif sejak dini, maka keputusan-keputusan penting dalam hidup biasanya akan diambil secara negatif pula," imbuh Nona Nancy.

Nona Nancy menyarankan dukungan psikologis sejak anak-anak hingga remaja. Kebutuhan psikologis, kasih sayang, perhatian, peduli bukan pada kebutuhan material dipenuhi dengan baik.

Mengapa pelaku yang menghadapi masalah cendrung bunuh diri? Bunuh diri terjadi pada pelaku yang memiliki ketahanan mental yan rendah. Kenapa banyak orang memilih jalan pintas. Ia kecewa, ketakutan, rasa tidak berdaya dan lain-lain. Biasanya, orang yang melakukan bunuh diri cendrung tidak berpikir jernih. Mereka punya pandangan negatif tentang masa depan, menyebabkan dia stres dan cara paling mudah yang dapat dilakukan bunuh diri. (laporan reporter pos-kupang.com, eginius mo'a).

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved