Pilot Batik Air Pingsan
Perkembangan Kesehatan Pilot Batik Air, Pihak Maskapai Pastikan Belum Bisa Bertugas
Perkembangan Kesehatan Pilot Batik Air, pihak maskapai pastikan belum bisa bertugas
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
Perkembangan Kesehatan Pilot Batik Air, pihak maskapai pastikan belum bisa bertugas
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Djarot Harnanto Pilot Batik Air ID 6548 saat ini masih mendapat perawatan medis oleh pihak Rumah Sakit Siloam Kota Kupang.
Djarot dievakuasi ke Rumah Sakit Siloam, pasca insiden ia tidak sadarkan saat landing darurat di Bandara El Tari Kupang, Minggu (17/11/2019).
• Soal Niga-Toni Jilid II, Wakil Bupati Sumba Barat Marthen Ngailu: Tanyakan Langsung ke Bupati
Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Batik Air dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Senin (18/11/2019) terkait perkembangan kesehatan Djarot, mengatakan, hingga saat ini Djarot masih dalam perawatan medis.
Danang katakan, sejauh ini pihaknya belum bisa dipastikan kapan Djarot akan bertugas kembali.
"Yang jelas, kita harus memastikan dulu seperti apa kondisi kesehatannya kalau sudah benar-benar sehat baru bisa bertugas kembali," kata Danang.
• BREAKING NEWS: Warga Desa Oesena Tewas Setelah Terjun Bebas ke Dalam Sumur
Menurutnya, maskapai Batik Air masih menunggu update perkembangan kondisi Djarot. "Kita tidak bisa memastikan si Pilot sakit apa, kita serahkan itu kepada pihak medis," jelasnya.
Ia katakan, saat ini pihak maskapai berkoordinasi dengan pihak medis untuk fokus pada penanganan kesehatan Djarot.
"Perihal kesehatan ini sangat penting karena akan berdampak pada keselamatan penerbangan," jelas Danang.
Dikatakan, Djarot bersama kru pesawat sebelum terbang dari Jakarta ke Kupang, telah melewati tahap demi tahap pemeriksaan kesehatan dan dipastikan semua awak pesawat dalam kondisi sehat.
Rekaman Data Penerbangan Belum Diterima Pihak Maskapai
Alat perekam data penerbangan dan perekam suara kokpit pesawat Batik ID6548 berjenis A320 Jakarta-Kupang saat ini tengah diperiksa oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) di Jakarta.
Danang katakan, rekaman data dan suara tersebut dikirim ke KNKT untuk diperiksa pasca insiden tersebut. "Kita masih menunggu hasil pemeriksaan oleh KNKT, sejauh ini kami belum menerima informasi dari KNKT," kata Danang.
Danang jelaskan, proses pemeriksaan alat perekam data penerbangan dan perekam suara kokpit merupakan wewenang KNKT, pihiknya tinggal menunggu seperti apa hasilnya.
Pihak Angkasa Pura Sebut Pesawat Mendarat Darurat, Ditarik Sejauh 1 Km ke Tempat Parkir
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pilot-pesawat-batik-air.jpg)