Ini Tanggapan, Djarot Saiful Hidayat: soal Ahok Jadi Bos BUMN, Simak Info

Mantan Wakil Gubenur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengungkap keyakinannya terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk bisa mengemb

Editor: Ferry Ndoen
KOMPAS.com/JESSI CARINA
Mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat peluncuran buku "Kebijakan Ahok" di Gedung Filateli, Kamis (16/8/2018). 

"Dia orang tipe yang tidak mementingkan kepentingan pribadi, karena dia sudah selesai dengan dirinya sendiri," jelas Djarot.

Lantas, ia mengungkapkan keyakinannya tentang kemauan Ahok dan Menteri BUMN Erick Thohir untuk memperbaiki BUMN.

"Saya yakin apa yang berkembang selama ini dia dipanggil oleh Pak Erick Thohir keinginannya semata-mata memperbaiki BUMN," jelas Djarot.

"Dan pendekatannya pasti pertimbangannya pasti profesionalitas."

Terkait posisi Ahok di BUMN, Djarot mengaku belum mengetahui pasti.

Namun, melihat kemampuaan yang dimiliki sang mantan gubernur, Djarot memprediksi Ahok akan ditempatkan pada posisi direksi.

"Kalau boleh saya pribadi ya? Kalau melihat karaktenya dia seperti itu, kemudian integritasnya seperti itu, dia itu seorang pekerja, dia itu seorang eksekutor, maka lebih tepat dia di jajaran direksi," terang Djarot.

"Sehingga secara langsung dia bisa memperlihatkan kinerjanya, inovasi, kreatifitas yang akan dia kerjakan, terserah sih."

Pelatih Macan Kemayoran Rotasi Pemain Jakarta Siap Hadapi Musuh Disikat Persib Bandung, Info

Said Didu Anggap Ahok Cocok Jadi Komisaris BUMN

Mantan Sekretaris Kementrian BUMN, Said Didu mengungkap posisi sebagai komisaris perusahaan BUMN cocok untuk Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Said Didu menyebut posisi komisaris lebih cocok untuk Ahok dibandingkan posisi direksi.

Said Didu menyebut bahwa jabatan tersebut berkaitan erat dengan karakter Ahok yang disebutnya sering marah-marah.

Said Didu menjelaskan, posisi komisaris memungkinkan Ahok untuk memprotes pihak Istana Negara atau DPR jika kebijakan yang dibentuk merugikan BUMN.

"Ahok akan bertugas untuk meyakinkan kepada presiden bahwa 'Pak, penugasan yang bapak berikan ini merugikan BUMN'," terang Said Didu dikutip dari tayangan YouTube KOMPASTV, Jumat (15/11/2019). 

"Bertugas meyakinkan DPR bahwa 'Hey jangan siksa BUMN'," imbuhnya.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved