Berita Pendidikan
Mahasiswa Bahas Efektivitas Dana Desa, Ini Yang Dilakukan
Persatuan Mahasiswa Pelajar Kecamatan Ruteng, Lelak, dan Rahong Utara Parmaperu Kupang mendiskusikan efektivitas dana desa
Penulis: Hermina Pello | Editor: Apolonia Matilde
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Hermina Pello
POS-KUPANG.COM|KUPANG - Mahasiswa yang masuk dalam Persatuan Mahasiswa Pelajar Kecamatan Ruteng, Lelak, dan Rahong Utara Parmaperu Kupang mengikuti kegiatan diskusi yang membahas tentang efektivitas dana desa terhadap pembangunan.
Diskusi yang berlangsung di aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unwira Kupang, Sabtu (9/11/2019) itu diselenggarakan oleh (Parmaperu Kupang).
Diskusi tersebut menghadirkan pembicara utama Fransisko Andriani Dgaja Djemalu sebagai Pegiat Desa.
• 532 Ekor Kuda Uji Kecepatan Rebut Piala Gubernur NTT di Arena Rihi Eti, Sumba Timur
Andriani Djemalu dalam pemaparan materi mengatakan hingga saat ini pengelolaan dana desa masih belum efektif dan belum tepat sasaran.
Dana desa tidak hanya dimanfaatkan untuk pembangunan fisik, tetapi untuk pengembangan desa wisata, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan pengembangan potensi lainnya yang dapat menyejahterakan masyarakat desa.
Andre Djemalu menambahkan pembangunan yang sering kali terjadi di desa lebih berorientasi pada pembangunan fisik.
• Wow! Pusat Bahasa Unipa Sediakan Kursus Bahasa Untuk Usia Dini
Pemerintah desa dapat melakukan sosialisasi kepada masyarakat desa mengenai potensi-potensi desa dan pengelolaan dana desa yang sudah dianggarkan.
Selain itu banyak permasalahan di desa yang belum diurus tuntas oleh pemerintah desa seperti masalah air bersih, listrik, pengembangan ekonomi kreatif untuk desa dan masalah lainnya.
Semua kondisi dan situasi yang terjadi di desa mesti dipikirkan bersama oleh seluruh aparatur desa setempat,” katanya.
• Begini Cara Siswa-Siswi di Perbatasan RI-RDTL Mengenang Pahlawan
Ketua Parmaperu Kupang, Paulinus Irfan Budiman yang juga mahasiswa Prodi Sosiologi FISIP Undana Kupang mengatakan diskusi yang berlangsung selama empat jam tersebut merupakan respon dan tanggapan kritis para mahasiswa terhadap pengelolaan dana desa dan pembangunan potensi di desa.
Kami memilih tema ini karena kami melihat bahwa dana desa yang sudah dianggarkan oleh pemerintah belum dikelola dengan baik.
Sehingga harapan kami kepada pemerintah desa agar dana tersebut dapat menghilangkan kesenjangan ekonomi dan pembangunan, ” ungkap mahasiswa semester tujuh tersebut.
Irfan Budiman menambahkan lebih dari itu diskusi tersebut diadakan untuk membangun kultur akademik antar mahasiswa Parmaperu yang tersebar di beberapa kampus di kota Kupang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/foto-bersama-peserta-dan-narasumber-andriani-djaga-djemalu.jpg)