Breaking News:

Begini Cara Puskesmas Oesapa Jaring Anak Penderita Gizi Buruk, Simak Infonya

Begini cara Puskesmas Oesapa Kota Kupang jaring anak penderita gizi buruk, simak infonya

POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI.
Unicef dan Dinkes Kota Kupang berkunjung ke Puskesmas Oesapa, Kota Kupang, Selasa (12/11/2019). 

Begini cara Puskesmas Oesapa Kota Kupang jaring anak penderita gizi buruk, simak infonya

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pihak Puskesmas Oesapa, Kota Kupang berkomitmen mengurangi angka gizi buruk di wilayah tersebut. Berbagai upaya dan program tengah dijalankan.

Salah satu kendala yang dihadapi yakni bagaimana menjaring anak-anak penderita gizi buruk dan memberi edukasi kepada orangtua.

Ini yang Dilakukan Bupati Manggarai Deno Kamelus Saat Berkunjung ke Satar Mese Utara

Per Oktober 2019 penjaringan anak-anak gizi buruk menunjukan progres positif. Orangtua atau keluarga mulai tak enggan atau malu mendatangi Puskesmas untuk memperoleh pembinaan atau penyuluhan.

Hasilnya, sejauh ini jumlah anak-anak penderita gizi buruk di wilayah Oesapa mencapai 80 orang. Sebelumnya, pada tahun 2016 (30), 2017 (40), 2018 (45). Sementara untuk perbaikan gizi buruk mencapai 80%.

Patahan Gempa Bumi 1992 Ditemukan di Taman Laut Teluk Maumere

Pihak Unicef dan Dinkes Kota Kupang pada hari ini juga, menyambangi Puskesmas Oesapa untuk melihat upaya perbaikan gizi yang sudah dan sedang dilakukan. dr. Trio mengaku senang dan termotivasi karena Puskesmas Oesapa dinilai terbaik di Kota Kupang dalam upaya perbaikan gizi.

"Tahun 2019 kami intens lakukan penjaringan. Saya mencermati ini seperti gunung es, ada banyak penderita gizi buruk yang tidak teejangkau makanya kami intens penjaringan dan hasilnya ada 80 anak," ungkap Kepala Puskesmas Oesapa, dr. Trio Hardina kepada POS-KUPANG.COM, di sela ruang kerjanya, Selasa (12/11/2019).

Dia jelaskan, dalam penjaringan itu pihaknya bekerjasama dengan gereja, sekolah dan Posyandu. "Semua kader, pembina sekolah minggu kami bina dan latih supaya bisa mendeteksi penderita gizi buruk," ujarnya.

Selanjutnya, kata dia, pihak Unicef memberi bantuan obat untuk perbaikan dan saat ini para penderita gizi buruk tengah mendapat perawatan intensif oleh orangtua didampingi para kader.

Menurutnya, pihaknya akan terus melakukan penjaringan sementara melakukan perbaikan gizi untuk penderita gizi buruk yang sudah dijaring.

Orangtua Kadang Tidak Tau Anaknya Menderita Gizi Buruk

dr. Trio katakan, pihaknya menemui ada orangtua yang tidak mengetahui kalau anaknya menderita gizi buruk, untuk itu sangat penting pihaknya melakukan penjaringan malalui kerja sama dengan berbagai pihak.

"Kita punya program promosi kesehatan, kita keliling ke warga pantau langsung kondisi anak-anak. Dan untuk orangtua kami beri pelatihan dan pembinaan tentang kesehatan, bagaimana mereka memasak makanan yang bergizi dan menjaga kebersihan lingkungan. Intinya mereka harus ciptakan kondisi, lingkungan yang kondusif agar anak bertumbuh sehat," jelasnya.

Untuk pelatihan dan pembinaan ini Puskesmas Oesapa membagi beberapa kelas berdasarkan tingkat pendidikan dan pendekatan setiap kelas berbeda-beda.

Selain itu, untuk ibu hamil selalu dilakukan deteksi dini HIV, Kanker dan berbagai penyakit lainnya. "Setiap ibu hamil kami selalu pantau secara berkala melalui kader-kader kami dan kami," ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved